Perampasan iPhone
Respon Warga Lambat, Aji Kehilangan 3 iPhone Pro Max Seharga Rp 75 Juta saat COD
Aji harus rela kehilangan 3 unit iPhone Pro Max seharga Rp 75 juta setelah dirampas calon pembeli saat COD. Sempat teriak, tapi respon warga lambat.
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI--Aji, warga Jakarta Barat harus rela kehilangan tiga buah iPhone 15 Pro Max seharga Rp 75 juta saat melakukan transaksi cash on delivery (COD) dengan calon pembelinya.
Namun si pembeli justru melarikan diri setelah mendapatkan tiga iPhone miliknya.
Dia menuturkan, tiga iPhone itu dibeli secara kredit dan belum lunas.
Namun karena butuh uang, dia ingin menjual dan mencari pembeli melalui Facebook. Setiap unit dijual seharga Rp 23,5 juta.
"Saya ingin menjual tiga unit ponsel baru iPhone 15 Pro Max 256 GB iBox, itu terdiri dari satu warna biru dan dua warna natural," tutur Aji.
Awalnya, pelaku yang mengaku bernama Fakhri itu menawar harga lewat Facebook.
Setelah cocok, keduanya janjian bertemu di Bekasi. Aji sempat menaruh curiga. Pasalnya, pelaku meminta berpindah lokasi COD dari Circle K di Stasiun Bekasi ke Alfamart di Jalan Veteran Bekasi.
Namun, dia tetap menuju ke tempat yang telah dijanjikan bersama dan bertemu dengan pelaku.
Saat COD Setelah sepakat, pelaku berpura-pura ingin menunjukkan ponsel itu kepada kekasihnya.
"Dia bilang nunggu ditransfer ceweknya. Posisi tiga HP masih di atas meja dan di depan tangan saya," ucapnya seperti dilansir Kompas.com.
Aji pun menolak. Ia menarik tiga ponselnya. Namun, pelaku mengambil iPhone tersebut dari tangan korban.
"HP saya dibawa kabur. Saya kejar dan saya buka mobilnya enggak bisa karena sudah dikunci kemudian saya gedor-gedor dan teriak pun tetap respons dari warga sekitar lambat," kata dia.
Aji telah melaporkan peristiwa itu ke Polres Metro Bekasi Kota dengan barang bukti rekaman CCTV dari pihak minimarket.
Itu saya membeli ketiga ponsel pakai CC yang tiap bulannya saya harus bayar, kenapa pelakunya begitu tega," sesal Aji.
Korban COD
Bulan lalu, seorang karyawan PT MRT Jakarta (Perseroda), Disa Dwi Yarto (39) bahkan harus kehilangan nyawanya saat melakukan transaksi COD.
Dia dibunuh oleh R (29), IS (31), dan JS (48) yang pura-pura akan membeli mobil Fortuner tahun 2020 miliknya.
"Pelaku berkomunikasi lewat Facebook dengan korban sampai dengan akhirnya (saling) bertemu," ucap Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Uly ketika dikonfirmasi, Minggu (12/11/2023).
Komunikasi antara pelaku dengan korban terjalin di Facebook. Korban mengiklankannya di media sosial dengan harapan ada yang berminat membeli mobil itu.
Unggahan iklan penjualan mobil itu sampai ke para pelaku.
Mereka pun menghubungi Disa dan berpura-pura tertarik membeli mobilnya.
"Korban mengiklankan mobil tersebut, Toyota Fortuner 2020, lewat Facebook. Pelaku berkomunikasi dengan korban lewat situ," kata Titus.
Mereka pun akhirnya bertemu. Nahas, pertemuan tidak berjalan dengan lancar. Disa justru dibunuh oleh R, IS, dan JS.
"Para pelaku ingin mengambil barang korban dengan cara menghilangkan nyawa korban. (Modusnya) berpura-pura menjadi pembeli mobil Fortuner 2020 milik korban.
Para tersangka melakukan aksinya dengan menyayat leher korban dan menusuk beberapa kali ke dada korban. Kemudian, korban dibuang di saluran air KBT Cakung," sambung Titus.
Para pelaku nekat membunuh Disa karena R terlilit utang sebesar Rp 3 miliar.
Modusnya, mereka berpura-pura ingin membeli mobil Disa.
Mereka mengajak korban untuk melakukan cash on delivery (COD). Saat bertemu, para pelaku memperlihatkan bukti transfer palsu. Namun, Disa tidak percaya. Ia memutuskan untuk pulang.
Rupanya, para pelaku yang saat itu mengantarkan korban pulang langsung mengeksekusinya di dalam mobil.
Warga menemukan tubuh Disa dalam keadaan mengapung di antara eceng gondok dan tumpukan sampah, Jumat (10/11/2023) pagi.
Saat ditemukan warga, mayat pria yang bertubuh gempal itu mengenakan kaus berwarna biru dan celana pendek cokelat.
Posisi badannya telungkup, hanya bagian punggung saja yang tampak dari permukaan air.
Pada tubuhnya terdapat luka sayatan menganga dan tampak cukup dalam pada bagian leher.
Ada pula luka tusukan dan sayatan pada bagian tubuh lainnya. Kini, tiga orang pelaku sudah ditangkap polisi.
Satu orang lagi masih berstatus buronan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bocah-gagalkan-rampas-hp.jpg)