Bukti Komitmen Pemprov Sumsel untuk Sukseskan Pilkada Serentak 2024
Provinsi Sumsel menjadi wilayah pertama di Indonesia yang menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Dana Pilkada tahun 2024.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah pertama di Indonesia yang menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah atau NPHD Dana Pilkada tahun 2024.
Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni menyebut penandatanganan NPHD ini menjadi bukti komitmen pihaknya dalam mendukung terlaksananya Pilkada Serentak 2024 mendatang di Sumsel.
Penandatanganan NPHD Dana Pilkada Tahun 2024 provinsi dan kabupaten/kota ini dilakukan bersama Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel di Auditorium Bina Praja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (9/11/2023) lalu.
Menurut Fatoni, wilayahnya beserta 17 kabupaten/kota se-Sumsel menjadi wilayah yang pertama kali menandatangani naskah NPHD dana pilkada tahun 2024 di Indonesia.
"Saya ucapkan terima kasih kepada bupati dan wali kota yang telah berkomitmen penuh sehingga anggaran pilkada 40 persen tahun 2023 telah disediakan," kata Fatoni melalui keterangan pers yang dikutip, Sabtu (9/12/2023).
Fatoni menjelaskan anggaran dana pilkada tahun 2024 berasal dari APBD murni dan APBD Perubahan bahkan ada sebagian yang tidak dianggarkan dari kedua cara tersebut.
"Untuk yang tidak dianggarkan kedua-duanya itu, kami lakukan pergeseran anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT)," ujarnya.
Terkait penggunaan BTT, lanjut Fatoni, awalnya banyak bupati dan wali kota yang meragu.
Namun eks Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri ini menjelaskan perihal penganggaran dana pilkada serta pemanfaatannya.
"Awalnya banyak bertanya karena tahapan pilkada belum dilakukan, sebagian kepala daerah bertanya dana ini digunakan untuk apa dan jika tidak habis sampai 2024 bagaimana. Bagaimana nanti jika tidak terpakai? Alhamdulillah setelah dijelaskan semua paham," ujar Fatoni yang berharap para kepala daerah tetap menjaga status Sumsel sebagai daerah zero konflik.
"Namanya pesta demokrasi ini harus dilakukan dengan gembira jangan menjadi beban. Harus dilaksanakan sepenuh hati dan sebisa mungkin kita jaga dan pertahankan lingkungan agar tidak terjadi perpecahan," sambungnya.
Sementara itu Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari berterima kasih kepada Pj Gubernur Sumsel hingga pimpinan DPRD.
Ia menyebut dari hasil pembicaraan politik hingga teknis administrasi dengan DPRD, disepakati anggaran untuk pemilihan gubernur di Sumsel sekitar Rp 234 miliar.
Dana tersebut dibagi dua porsi yaitu 40 persen tahun 2023 atau sekitar Rp 93 miliar dan Rp 140 miliar di tahun 2024 mendatang.
"Untuk total pemilihan gubernur, bupati, wali kota seluruh Sumsel, totalnya sekitar Rp 1 triliun lebih sekian miliar. Kami atas nama KPU mengucapkan terima kasih atas dukungan pemprov, pemkab, pemkot seluruh Sumsel dalam menyelenggarakan pilkada serentak 2024," kata Hasyim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/KPU-RI-Pemprov-Sumsel.jpg)