Sabtu, 11 April 2026

Cuaca Ekstrem

Politisi PDIP Imbau Dinas SDA DKI Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem, Ida Mahmudah: Harus Ada Pengurasan

Politisi PDIP di DPRD DKI Ida Mahmudah minta Dinas SDA segera menguras sungai, kali, dsb untuk antisipasi hadapi cuaca ekstrem.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
Istimewa
Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta Ida Mahmudah minta Dinas SDA DKI Jakarta segera berbenah, menguras semua aliran air agar tak banjir saat cuaca ekstrem. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Legislator DKI Jakarta meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk bersiap menghadapi musim hujan.

Berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan lebat yang datang tiba-tiba kerap terjadi pada masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan seperti saat ini.

Baca juga: Hadapi Cuaca Ekstrem Tropis, Cat dengan Quartz Technology jadi Andalan Tembok Eksterior

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah mengatakan, ada beberapa aksi yang bisa dilaksanakan untuk mengurangi potensi banjir memasuki musim hujan.

Mulai dari pengurasan waduk, embung hingga saluran air yang terhubung ke 13 sungai di Jakarta.

“Pengurasan dilakukan agar saluran air, waduk dan embung di Jakarta mampu menampung air lebih banyak dari curah hujan lebat yang akan terjadi beberapa waktu ke depan,” kata Ida pada Kamis (2/11/2023).

Ida juga meminta para lurah se-DKI Jakarta mulai menggerakkan pengurus RT dan RW untuk mengajak warga di permukiman padat penduduk menggelar kerja bakti.

Baca juga: Sambut Masa Mudik Lebaran 2023, PT KAI Daop 1 Jakarta Sisir Jalur Rel hingga Mitigasi Cuaca Ekstrem

Upaya ini dapat mengurangi potensi bankir atau genangan karena tali-tali air dibersihkan dari sampah arau sendi men lumpur.

“Kerja bakti digelar untuk memastikan saluran air di permukiman warga tidak tersumbat sehingga saat hujan lebat turun, saluran air di pemukiman berfungsi optimal,” imbuh Ida dari PDI Perjuangan ini.

Menurutnya, Komisi D DPRD DKI mendukung upaya penanggulangan banjir di Jakarta dengan mengalokasikan anggaran pada rancangan APBD DKI Tahun 2024 mencapai lebih dari Rp 2 triliun.

Alokasi anggaran penanganan banjir itu tersebar untuk berbagai kegiatan, termasuk pengurasan saluran mikro maupun anggaran serupa di tingkat suku dinas.

Pemprov DKI harus mengantisipasi datangn ya cuaca ekstrem berupa musim hujan yang terus menerus dan berakibat banjir.
Pemprov DKI harus mengantisipasi datangn ya cuaca ekstrem berupa musim hujan yang terus menerus dan berakibat banjir. (istimewa)

Komisi D DPRD, lanjut Ida, juga sepakat dengan Pemprov DKI Jakarta terkait prioritas penanganan banjir difokuskan pada normalisasi Kali Ciliwung.

Kata Ida, pihaknya juga tidak mengalokasikan anggaran pembelian lahan untuk pembangunan waduk dan embung.

“Selain pengurasan, normalisasi Kali Cilwung juga menjadi prioritas yang akan dikerjakan pada tahun 2024. Dinas SDA DKI tidak perlu membeli lahan, tapi dapat memanfaatkan lahan milik OPD lain untuk membuat waduk atau embung,” pungkasnya.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved