Wujudkan Efisiensi Logistik, BUMN Logistik Dinilai Perlu Bersatu
Asdep Bidang Jasa Logistik Kementerian BUMN Desty Arlaini menilai penekanan biaya logistik nasional sulit dicapai tanpa sinergi antarpemain logistik.
WARTAKOTALIVE.COM — Untuk mewujudkan efisiensi biaya logistik nasional, BUMN Logistik dinilai perlu bersatu dan bekerja sama dalam menjalankan layanan logistik.
Hal itu terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) perusahaan BUMN bidang logistik yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta baru-baru ini.
Kegiatan FGD tersebut dihadiri para direksi dari tiga belas BUMN, yaitu PT Pos Indonesia (Persero), PT Pelindo (Persero), PT KAI (Persero), PT Pelni (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Angkasa Pura l, PT Angkasa Pura ll, PT SIER, PTPN lll (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Perum Damri dan Perum Perhutani.
FGD yang diselenggarakan Kementerian BUMN tersebut dihadiri Asisten Deputi Bidang Jasa Logistik Desty Arlaini.
Menurut Desty Arlaini penekanan biaya logistik nasional sulit dicapai tanpa adanya sinergi antarpemain logistik.
Baca juga: Disiarkan SCTV, Al Ghazali Siap Bobol Gawang Raffi Ahmad di Turnamen Celebrity Trofeo Cup 2023
Baca juga: DK PBB Terus Diam Terhadap Kekerasan di Palestina, Menlu Retno: Gunakan Hatimu!
"Kolaborasi layanan diperlukan untuk mendukung kemajuan logistik nasional. Kolaborasi ini mengantar pemain logistik untuk kembali ke core masing-masing dan usaha logistiknya bisa dilayani oleh BUMN lainnya, sehingga efisiensi antara BUMN logistik dengan cargo owner bisa terjadi," tutur Desty Arlaini dalam pernyataan resminya.
Desty Arlaini menambahkan bahwa untuk mewujudkan efisiensi biaya logistik nasional, BUMN Logistik perlu bersatu dan bekerja sama dalam menjalankan layanan logistik.
Saat ini biaya logistik nasional sudah mencapai 14 persen dan untuk Indonesia Emas diharapkan bisa ditekan hingga 9 persen.
Dia juga menilai bahwa integrasi digital dan korporasi diperlukan, namun masih perlu kajian lebih dalam untuk mendapatkan hasil yang optimal.
BUMN Logistik, kata dia, perlu memperbanyak inisiatif dan model bisnis untuk mencapai model bisnis yang optimal.
Baca juga: Rumah Firli Bahuri di Kertanegara Ternyata Hanya Disewa, Pemilik Kena Imbas Diperiksa Polisi
Baca juga: Cerita Rio Dewanto Akting di Film 13 Bom di Jakarta, Tertantang Peran Pemimpin Kelompok Teroris
Direktur Business Development dan Portfolio Management Pos Indonesia, Prasabri Pesti menyampaikan bahwa nantinya akan ada proposal yang memuat 3 prinsip, proposal bersama yang memunculkan tarif jangkauan logistik, Service Level Agreement yang lebih baik, dan Service Excellence.
"Kargo-kargo yang kami miliki memiliki keunikan masing-masing. Pos Indonesia sendiri sudah berpengalaman dalam mengelola general cargo khususnya mengangkut dokumen dan paket serta bulk cargo, khususnya dalam mengangkut alat berat dan produk pesiar cargo seperti makanan dan hewan," ungkap Prasabri.
Setiap BUMN Logistik memiliki karakteristik dan kekuatan pada bidangnya, KAI misalnya sangat berpengalaman dalam general cargo mengangkut manusia, BBM, alat berat, konstruksi, dan lainnya.
Kekuatan klaster logistik yang berpengalaman di bidangnya membuat BUMN Logistik sangat optimis dan percaya diri dalam menawarkan pelayanan yang baik dengan tarif bersaing.
Baca juga: Prabowo Subianto Ingin Sowan ke Megawati Soekarnoputri Bicarakan Status Gibran Rakabuming
Baca juga: PNM Ajak Ibu-ibu Nasabah Giat Bisnis dan Peduli Lingkungan dengan Daur Ulang Sampah Plastik
Turut hadir dalam FGD Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia Tonggo Marbun dan Direktur Operasi dan Digital Service Pos Indonesia Hariadi.
BUMN Logistik lain yang juga turut memberikan paparan dalam FGD diantaranya PTPN lll (Persero), Perum Perhutani, PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PT Semen Indonesia (Persero).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/FGD-27-Okt.jpg)