Rabu, 6 Mei 2026

Kesehatan

Ini Dua Penyebab Utama Kanker Payudara dan Cara Pencegahannya

Prof. Noorwati Sutandyo mengatakan, ada dua penyebab pokok terjadinya kanker payudara, yakni faktor genetik dan gaya hidup tidak sehat.

Tayang:
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
Wartakotalive.com/Mochammad Dipa
Prof. Dr. dr. Noorwati Sutandyo, Sp.PD, (KHOM) FINASIM (kanan) dan penyanyi Andien Aisyah menjadi pembicara dalam kegiatan talkshow pada acara "Pink Ribbon Campaign" yang digelar Mal Ciputra, Jakarta, Kamis (26/10/2023). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Peringati hari anti kanker payudara sedunia, Mal Ciputra di Jakarta Barat berkomitmen kembalimengedukasi masyarakat akan bahaya kanker payudara dan gerakan peduli kanker serviks lewat kampanye Pink Ribbon Campaign.

Kampanye ini dikemas dengan berbagai kegiatan yang berlangsung di Center Court Mal Ciputra sejak 25 Oktober hingga 5 November 2023.

Melalui kampanye ini disampaikan pesan - pesan positif tentang pencegahan dini kanker dan juga penanggulangannya.

Mal Ciputra bekerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi DKI Jakarta, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Cancer Information and Support Center (CISC) dan Knitted Knockers Indonesia (KKI) yang peduli untuk turut membantu menurunkan angka penderita kanker dengan mensosialisasikan edukasi pencegahan dini.

Upaya yang dilakukan yaitu dengan menghadirkan pemeriksaan mamografi dan pemeriksaan pap smear secara gratis untuk para pengunjung  Member CL Club Mal Ciputra Jakarta.

Lalu ada juga talkshow, fashion campaign dan kegiatan merajut Knockers bersama yang dilakukan Kamis (26/10/2023).

Untuk kegiatan talkshow, menghadirkan pembicara Prof. Dr.dr. Noorwati Sutandyo, Sp.PD (KHOM) FINASIM dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi DKI Jakarta dan penyanyi Andien yang peduli terhadap kanker payudara. 

Dalam talkshow tersebut, Prof. Noorwati menyebutkan bahwa ada dua penyebab pokok kanker payudara, yakni penyebab yang dapat dihindari dan penyebab yang tidak dapat dihindari.

Untuk penyebab yang tidak dapat dihindari terkait faktor keturunan keluarga.

"Penyebab yang tidak dapat kita hindari, yakni hormon estrogen kita sendiri dan faktor keturunan. Seperti aktris internasional Angelina Jolie dimana orang tuanya dan tantenya terkena kanker payudara, ternyata mutasi gen yang ada pada tubuh dia (Angelina Jolie) positif, maka dia tidak bisa menghindari (terkena kanker payudara), bahkan dia (Angelina Jolie) sudah diangkat payudaranya," ungkapnya.

Sementara, lanjut Prof. Noorwati, untuk penyebab pokok kanker payudara yang bisa dihindari adalah nutrisi yang terdapat dalam makanan.

Menurutnya, saat ini banyak sekali makanan instan yang memiliki nutrisi seperti lemak maupun hadirnya penyedap pada produk makanan instan yang dapat memicu terjadinya kanker payudara.

Untuk itu, masyarakat disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan segar.

"Makanan harus kita jaga, kita harus makan banyak sayur, makan buah, kalau bisa makan yang segar, jangan makan makanan yang sudah diawetkan," ucap Prof. Noorwati.

Lebih lanjut dikatakan, gaya hidup sehat memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk mencegah kanker payudara.

Adapun setiap langkah kecil yang dilakukan menuju gaya hidup yang lebih sehat dapat membuat perbedaan signifikan.

"Sudah jelas, perubahan gaya hidup sehat dapat mengurangi risiko kanker payudara, dan membantu peluang untuk bertahan hidup jika didiagnosis di kemudian hari," jelas Prof. Noorwati.

Ia juga menjelaskan sejumlah gaya hidup sehat yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah risiko kanker payudara, diantaranya:

1. Rutin olahraga

Olahraga yang melibatkan aktivitas fisik dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara. Kata Prof. Noorwati, olahraga dapat membantu melatih sel T dan sel B limfosit di dalam tubuh (yang mengatur sistem kekebalan tubuh) untuk melawan segala infeksi hingga pertumbuhan kanker.

"Kalau sistem imun kuat, tubuh akan lebih bisa bertahan dari paparan infeksi virus, bakteri hingga sel kanker itu sendiri," jelasnya.

2. Mengatur pola makan sehat

Kelebihan berat badan dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena kanker payudara. Sedangkan pola makan yang sehat adalah cara terbaik untuk menjaga berat badan tetap ideal.

Perbanyak konsumsi makanan utuh dari biji-bijian, sayuran, lemak dan protein, hingga vitamin dan mineral. Kita juga masih bisa menikmati makanan favorit, asalkan diatur sedemikian rupa agar tidak berlebihan dan tidak terlalu sering.

"Makan 'jorok' atau apa pun boleh-boleh saja asal tidak berlebihan. Kalau mau praktis, sehat dan ekonomis, bisa masak sendiri di rumah atau membawa bekal," ujar Prof. Noorwati.

Selain itu, kurangi juga kebiasaan makan-makanan berlemak atau makanan manis. Lemak di dalam tubuh itu bisa memengaruhi hormon, kemudian tubuh jadi gemuk dan bisa picu obesitas yang akhirnya membuat daya tahan tubuh menurun dan tinggi risiko kanker.

3. Hindari stres

Stres dapat memainkan peran tubuh dalam menunjang sistem kekebalan tubuh yang lebih baik. Upayakan untuk bisa mengelola tingkat stres, seperti melakukan hal apa pun yang kita sukai hingga tidak berpikiran berlebihan. Mungkin juga bisa melatih teknik pernapasan tertentu untuk melatih agar stres tidak mudah muncul.

"Stres itu bisa mengundang dan memengaruhi kondisi tubuh. Pilih aktivitas yang kita suka agar terhindar dari stres," paparnya.

4. Rutin deteksi dini kanker payudara

Deteksi dini kanker payudara melibatkan metode medis atau pemeriksaan mandiri untuk memahami tanda-tanda kanker payudara sedini mungkin.

Untuk pemeriksaan secara mandiri, wanita bisa melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Beberapa langkahnya meliputi:

  • Memeriksa payudara setiap bulan, umumnya beberapa hari setelah menstruasi.
  • Perhatikan perubahan tekstur, bentuk hingga ukuran payudara.
  • Periksa apakah ada benjolan, perubahan warna atau perubahan kulit, serta perubahan lain yang patut dicurigai.

Prof. Noorwati menyampaikan, jika memang memiliki faktor risiko genetik, pemeriksaan dengan bantuan tenaga medis secara berkala dapat membantu kanker payudara ini lebih cepat diketahui agar tidak terlambat.

"Karena saat ini banyak pasien yang datang ke rumah sakit itu sudah bukan lagi stadium awal. Ini yang harus diperhatikan untuk mengurangi risiko kanker payudara," paparnya.

5. Beribadah

Prof. Noorwati juga menambahkan, sebagai manusia ciptaan-NYA, terkadang kita terlalu sibuk dengan urusan duniawi.

Padahal beribadah termasuk kegiatan spiritual yang memiliki banyak manfaat positif bagi psikologis dan emosional seseorang.

Meski pun beribadah ini tidak secara khusus dapat mengurangi risiko kanker, namun praktik beribadah seperti berdoa hingga refleksi diri dapat membantu mengurangi stres dan menunjang kesejahteraan emosional.

"Semua yang kita lakukan itu akan berdampak ke diri kita juga. Kadang kita lupa, kalau kita punya Tuhan untuk meminta. Jadi manfaat beribadah juga memiliki dampak yang positif," tandas Prof. Noorwati.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved