Berita Internasional
Perang Hamas Vs Israel, Korban Tewas Tembus 1.200 Orang
Korban tewas dalam Perang antara kelompok Hamas, faksi Palestina dengan pasukan Israel menjadi 1200 orang lebih
WARTAKOTALIVE.COM -- Perang antara kelompok Hamas, faksi Palestina dengan pasukan Israel telah terjadi sejak akhir pekan lalu.
Sampai Senin (9/10/2023) Jumlah korban tewas diperkirakan sudah menembus 1.200 orang, baik warga atau pihak Israel maupun Palestina.
Data terbaru AFP Senin malam menyebut jumlah korban tewas di Jalur Gaza meningkat menjadi 560.
Baca juga: Sebelum Menghujani Roket, Hamas Sukses Melumpuhkan Iron Dome Perisai Kebanggaan Israel
Demikian data dari Kementerian Kesehatan Palestina. Israel terus menggempur wilayah itu tiga hari berturut-turut.
"(Sebanyak) 560 orang tewas dan 2.900 lainnya terluka sejak serangan pada Sabtu dini hari," katanya.
Di pihak Israel sendiri, data korban tewas sebanyak 700 orang.
Sebagian besar korban tewas setelah Hamas masuk ke Israel dari darat, udara dan laut.
Lebih dari 123.000 orang mengungsi di Jalur Gaza sejak pecahnya konflik antara Hamas dan Israel, kata PBB.
“Sebanyak 123.538 orang menjadi pengungsi internal di Gaza, sebagian besar karena ketakutan, kekhawatiran akan perlindungan dan hancurnya rumah mereka,” kata badan kemanusiaan PBB, OCHA, dikutip dari kantor berita AFP.
Kemudian, lebih dari 73.000 orang berlindung di sekolah-sekolah, kata OCHA.
Beberapa lokasi di antaranya ditetapkan sebagai tempat penampungan darurat.
Israel menyatakan bahwa pasukannya menguasai permukiman di wilayah selatan dekat Gaza.
“Kami mengendalikan permukimannya,” kata juru bicara militer Israel Daniel Hagari kepada wartawan, dikutip dari kantor berita AFP.
Baca juga: Pernah Jadi Pasukan Perdamaian PBB, AHY Sebut Konflik Hamas-Israel Bisa Picu Ketegangan Lebih Besar
Ia menambahkan, mungkin masih ada prajurit Hamas di daerah tersebut.
Israel melancarkan ratusan serangan di Gaza sejak Sabtu (7/10/2023), setelah Hamas menyerang Israel dan menembakkan ribuan roket ke negara tersebut.
Israel memerintahkan penghentian segera pasokan air dari Israel ke Jalur Gaza.
Ini menjadi balasan terbaru atas ketegangan dengan Hamas.
"Apa yang terjadi sebelumnya tidak akan terjadi," kata Menteri Energi dan Infrastruktur Israel Israel Katz dalam media sosial X.
Pengepungan Total
Sementara itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Yoav Gallant secara terpisah memerintahkan pengepungan total terhadap Jalur Gaza.
Ini otomatis menganggu pasokan listrik, makanan dan bahan bakar ke wilayah tersebut.
"Saya telah memerintahkan pengepungan total di Jalur Gaza. Tidak akan ada listrik, tidak ada makanan, tidak ada bahan bakar, semuanya ditutup," kata Gallant.
"Kami memerangi manusia dan hewan dan kami bertindak sesuai dengan hal tersebut," ujarnya.
Baca juga: Abu Janda: Woy Tolol yang Dilakukan Hamas di Israel Murni Terorisme, Bukan Perjuangan Kemerdekaan
Israel mengatakan blokade tersebut diperlukan untuk melindungi warganya dari Hamas, yang telah menguasai Jalur Gaza sejak tahun 2007.
PBB mengklasifikasikan Israel sebagai "negara penjajah atas wilayah Palestina", yang pendudukan dan aneksasinya setelah Perang Enam Hari tahun 1967 masih merupakan pelanggaran hukum internasional.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "UPDATE Perang Israel Vs Hamas, 560 Orang Tewas di Gaza"
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/update-terkini-konflik-israel-palestina.jpg)