LKPP RI Gaet Pertamina, Jadi BUMN Pertama yang Gunakan E-Katalog
PT Pertamina (persero) menjadi BUMN pertama yang telah resmi siap menggunakan sistem E-Katalog dalam aktivitas pengadaannya.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Pertamina (persero) menjadi BUMN pertama yang telah resmi siap menggunakan sistem e-Katalog dalam aktivitas pengadaannya.
Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman terkait pengembangan dan implementasi e-Katalog antara Kepala LKPP RI Hendrar Prihadi dengan Direktur Utama PT Pertamina (persero) Nicke Widyawati beberapa waktu lalu.
Kepala LKPP RI Hendrar Prihadi (Hendi) menyebutkan bahwa Pertamina dapat memicu BUMN lainnya dalam implementasi e-Katalog.
"Selama ini kami (LKPP RI) memang baru menyentuh APBN dan APBD. Artinya dengan Pertamina menjadi BUMN yang pertama dan pionir (menggunakan e-Katalog) mudah - mudahan bisa menjadi role model," tegas pria yang akrab disapa Hendi.
Menurutnya, jika lembaga yang dipimpinnya juga sedang menyelesaikan Rancangan Undang - Undang Pengadaan Barang/Jasa Publik (RUU PBJ Publik), dimana di dalamnya melibatkan BUMN.
"Ini penting karena dengan sistem e-Katalog ini pengadaan bisa lebih cepat, transparan, efektif, dan mendorong penggunaan produk dalam negeri juga meningkatkan keterlibatan pelaku UMK Koperasi," ucap Hendi.
Di sisi lain, dalam kesempatannya Hendi juga mengapresiasi peran Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Komisaris Utama Pertamina.
"Perjalanan menuju saat ini (Pertamina menggunakan e-Katalog) sebenarnya bisa dibilang tidak mudah juga, tapi Pak Ahok terus menyemangati agar kita bersama dalam melewati hambatan - hambatan yang ada. Untuk itu saya ucapkan terima kasih," ujar Hendi.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (persero) Nicke Widyawati menyampaikan apresiasi kepada Hendi dan Ahok yang telah menginisiasi implementasi e-Katalog di Pertamina.
"Terima kasih karena telah membawa Pertamina ke level yang lebih baik, dalam hal efisiensi, governance, dan keterbukaan," sebut Nicke.
Nicke menegaskan bahwa e-Katalog akan diimpelmentasikan oleh Pertamina grup beserta seluruh anak perusahaannya.
"Pengadaan di Pertamina porsinya sangat besar. Pak, tahun lalu revenue kita Rp 1.200 triliun, angka ini besar, apalagi kalau kita bicara Opex (biaya operasional) dan Capex (belanja modal)," tekan Dirut Pertamina tersebut.
Adapun selain Hendi dan Nicke, penandatanganan nota kesepahaman tersebut juga disaksikan langsung oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selalu Komisaris Utama PT Pertamina Persero juga sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama LKPP RI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Implementasi-Aplikasi-Katalog-Elektronik-LKPP.jpg)