Gaya Hidup
Ini 5 Manfaat Buah Delima, Rendah Gula dan Sarat Antioksidan
Buah delima ternyata memiliki banyak manfaat jika dikonsumsi secara rutin. Buah ini kaya dengan zat antioksidan dan tinggi serat.
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: Rusna Djanur Buana
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Buah delima memiliki banyak khasiat bermanfaat.
Buah ini, terutama biji dan sarinya banyak dikenal sebagai sumber yang kaya antioksidan dan tinggi serat.
Mengonsumsi Delima bagus untuk mendukung kesehatan usus dan melawan penyakit, seperti penyakit jantung dan bahkan jenis kanker tertentu.
Apa Itu Buah Delima?
Delima merupakan buah berbentuk bulat yang musimnya terjadi pada September hingga Januari.
Mereka berasal dari Afrika dan diperkirakan berasal dari negara-negara di sepanjang Jazirah Arab.
Kendati demikian, buah ini juga tersedia di Indonesia, baik toko buah bahkan pedagang kaki lima.
Khasiat buah delima sebagai obat telah dimanfaatkan sepanjang sejarah, sejak ribuan tahun lalu.
Meskipun bentuknya agak mirip apel merah, Anda tidak boleh memakan buah delima dengan cara menggigitnya seperti apel.
Untuk memakan buah delima, Anda membuka kulitnya yang tebal dan keras dan menemukan bagian dalamnya berisi biji merah berair yang disebut arils.
Biji delima yang dapat dimakan ini renyah, berair, sedikit asam, dan benar-benar nikmat.
Biji delima untuk menambahkan sedikit rasa asam manis pada yogurt, salad buah dan gurih, biji-bijian, dan koktail.
Buah itu juga baik untuk Anda konsumsi langsung karena mengandung sejumlah nutrisi dan manfaat kesehatan yang mengesankan.
Manfaat utama
Buah delima sumber nutrisi yang beraroma dan memiliki banyak manfaat kesehatan.
Selain kegunaannya yang serbaguna di dapur, berikut adalah beberapa alasan utama untuk memakannya secara teratur.
1. Kaya antioksidan
Buah-buahan umumnya kaya akan antioksidan, dan buah delima adalah contoh utamanya.
Ada beberapa antioksidan berbeda yang ditemukan dalam buah delima—beberapa mikronutriennya, seperti vitamin C, bertindak sebagai antioksidan.
Begitu pula antosianin, senyawa tanaman yang juga memberi warna cerah pada buah delima.
"Ada 700 mg antioksidan polifenol dalam setiap 8 ons jus delima,” kata Roxana Ehsani, RD, CSSD, LDN, ahli diet olahraga yang berbasis di Miami.
"Penelitian sebelumnya menemukan bahwa jus delima memiliki potensi antioksidan lebih besar daripada rata-rata anggur merah, jus anggur concord, atau teh hijau."
Makan dan minum banyak mengandung antioksidan karena senyawa ini membantu melawan radikal bebas, mengurangi kerusakan sel, dan menangkal penyakit.
Lexi Moriarty, RDN, CSSD, ahli diet olahraga di Westfield, New Jersey mengatakan, potensinya mengurangi risiko terkena kanker dan penyakit jantung tertentu.
Makanan kaya antioksidan seperti buah delima juga berkontribusi terhadap kesehatan kulit, otak, dan mata.
2. Sumber serat dan polifenol yang ramah usus
Serat makanan adalah salah satu nutrisi paling ampuh yang ditemukan dalam buah delima.
Setiap cangkir menyediakan 7 gram, sehingga mengurangi rata-rata kebutuhan serat harian orang dewasa.
Menurut Academy of Nutrition and Dietetics, kebutuhan harian serat sekitar 25 g per hari untuk wanita, dan 38 g per hari untuk pria,
"Kebanyakan orang Amerika tidak mengonsumsi serat dalam jumlah yang disarankan setiap hari,” kata Ehsani.
Serat adalah nutrisi penting yang terkait dengan kesehatan pencernaan dan pengendalian gula darah.
"Setengah cangkir biji delima mengandung hampir 4 gram serat."
Kandungan serat yang mengesankan bukan satu-satunya alasan yang menyehatkan usus untuk makan lebih banyak buah delima.
Buah ini juga merupakan sumber polifenol yang baik, dapat berfungsi sebagai prebiotik yang memberi makan mikroba baik.
"Mikroba yang bermanfaat di usus dapat memakan polifenol dalam buah delima, yang dapat memperbaiki lapisan usus dan mengurangi peradangan penyebab penyakit,” kata Kulp.
Seiring dengan meningkatnya jumlah mikroba yang bermanfaat, semakin berkurang jenis mikroba yang berbahaya.
3. Menunjang kesehatan jantung
Ada yang mengatakan bahwa makanan tertentu menyerupai organ yang fungsinya menunjang.
Misalnya, kenari bermanfaat untuk kesehatan otak dan tampilannya agak mirip otak manusia.
Demikian pula, buah delima, yang mirip dengan jantung, mendukung kesehatan jantung.
Kulp mengatakan, ada beberapa cara buah delima dapat melindungi jantung Anda.
Ini bisa membantu menjelaskan mengapa buah delima disorot sebagai salah satu buah pelindung jantung terbaik dalam ulasan tahun 2021.
Mereka dapat meningkatkan kolesterol HDL 'baik' sekaligus menurunkan kadar kolesterol LDL 'jahat', serta menurunkan tekanan darah.
Minum jus delima juga bisa meningkatkan aliran darah dan mengurangi angina.
Delima dapat meningkatkan kesehatan arteri dengan mencegah penumpukan plak.
Penelitian menyebutkan, delima dapat membantu membalikkan penyempitan arteri yang dikenal sebagai aterosklerosis.
Buah delima dikaitkan dengan peningkatan beberapa faktor risiko penyakit jantung.
Buah ini dapat mengurangi risiko salah satu penyebab utama kematian, kata
Cindy Chou, RDN, ahli diet terdaftar di Santa Monica, California mengatakan, mengonsumsi buah delima dapat mengurangi risiko salah penyebab utama kematian.
Delima juga dapat melawan peradangan sehingga mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
4. Meningkatkan performa atletik
Baik ahli diet olahraga, Ehsani dan Moriarty, sangat menyukai potensi buah delima untuk meningkatkan performa olahraga.
"Jus buah delima dapat membantu kinerja atletik dan membantu mempercepat pemulihan setelah berolahraga, menurut penelitian," kata Ehsani.
"Ini juga dapat membantu meningkatkan bioavailabilitas oksida nitrat, yang membantu tubuh Anda mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk berolahraga."
5. Meningkatkan kontrol gula darah
Buah-buahan mengandung gula alami, termasuk buah delima, meskipun buah delima jelas termasuk dalam daftar buah-buahan rendah gula.
Jadi bolehkah penderita diabetes makan buah delima?
Penting untuk selalu berkonsultasi dengan tim kesehatan Anda terlebih dahulu.
Namun dalam banyak kasus, kata Kulp, penderita diabetes dapat makan dan mendapatkan manfaat daribuah delima.
Faktanya, buah ini bisa membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali.
“Penelitian pada hewan dan manusia menunjukkan bahwa buah delima dapat meningkatkan gula darah puasa pada penderita diabetes," kata Kulp.
"Ini juga bisa menurunkan hemoglobin A1C, yang merupakan ukuran pengendalian gula darah selama tiga bulan terakhir."
Apakah Buah Delima Memiliki Efek Samping?
Aman memakan biji delima dan minum jus delima, menurut National Center for Complementary and Integrative Health.
Efek samping tidak mungkin terjadi, tetapi beberapa mungkin mengalami reaksi alergi atau mengalami ketidaknyamanan pencernaan.
Jika Anda sensitif terhadap fruktan, sejenis karbohidrat, Kulp mengatakan, Anda akan mengalami efek samping pencernaan dari buah delima seperti gas, kembung, dan diare.
Hal ini biasanya terjadi jika seseorang makan buah delima dalam porsi besar.
Kulp merekomendasikan untuk mengonsumsi seperempat cangkir sekaligus.
Mereka yang mengonsumsi obat tertentu juga harus memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan obat tersebut tidak berinteraksi dengan buah delima.
"Delima dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu seperti pengencer darah, jadi sebaiknya bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan Anda,"kata Chou.
Cara terbaik makan buah delima
Saat makan buah delima, Anda terutama memakan bijinya, yang disebut arils.
Memasukkan buah delima ke dalam rencana makan rutin Anda sangatlah mudah dan pilihannya hampir tidak terbatas.
Cara paling sederhana jadikan camilan biji delima saja.
Cara ini paling mudah dan paling enak saat buah delima sedang musimnya.
Sebelum musim buah delima berakhir, Anda bisa membekukan bijinya untuk nanti dan mencampurkannya ke dalam smoothie.
Saat sedang tidak musim, Anda biasanya dapat membeli jus delima yang sudah jadi di supermarket.
Ingatlah bahwa membuat jus buah menghilangkan sebagian besar seratnya.
Meski begitu Anda tetap mendapat manfaat dari antioksidan, mineral, dan vitaminnya.
Bijinya adalah bagian buah delima yang rasanya paling enak dan memiliki kegunaan kuliner paling banyak.
Chou merekomendasikan untuk menaburkannya di atas salad atau menyajikannya bersama sayuran untuk dimasukkan ke dalam resep gurih.
Cara lain untuk memakan buah delima termasuk menambahkan bijinya ke dalam yogurt, oatmeal, atau puding chia. (Real Simple)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jus-delima_20180918_081657.jpg)