Lingkungan Hidup
Kantor Ramah Lingkungan AstraZeneca Gunakan Perabot Sampah Plastik Laut yang Didaur Ulang
Kantor anyar AstraZeneca sangat ramah lingkungan. Mereka menggunakan sejumlah perabot bekas sampah plastik laut yang didaur ulang dan jaring ikan.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--AstraZeneca Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap upaya pengurangan mengurangi emisi karbon dan meminimalisir efek rumah kaca.
Laporan Climate Transparency menunjukkan sektor bangunan menduduki peringkat keempat sebagai penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar.
Green Building Council Indonesia (GBCI) memperkuat keprihatinan ini, mengungkapkan bahwa struktur
bangunan bertanggung jawab atas 30 persen dari total emisi CO2.
Mereka juga mengonsumsi 17 % pasokan air bersih, 25 % kayu, 30-40 % energi, dan hingga 100 % sumber daya penting lainnya.
Baca juga: AstraZeneca Indonesia Jalin Kemitraan dengan Kemenkes RI Dukung Transformasi Sistem Kesehatan
Salah upaya AstraZeneca Indonesia menekan emisi karbon adalah dengan membangun kantor pusat di Jakarta.
"Pindah ke kantor baru yang ramah lingkungan adalah bagian dari komitmen untuk mendukung transisi menuju sektor kesehatan yang berkelanjutan.
Peresmian kantor baru ini menandai salah satu langkah nyata AstraZeneca dalam mengurangi jejak karbon kami sebagai wujud dari komitmen kami untuk mendukung pemerintah mencapai target pengurangan 41
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Peresmian-Kantor-Anyar-AstraZeneca-Ramah-Lingkungan.jpg)