Senin, 27 April 2026

Berita Jakarta

Pengembangan Kawasan Transit Moda Transportasi, MRT Jakarta Kerja Sama dengan PT Jakpro

MRT Jakarta menjalin masa penjajakan kerja sama dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dalam rangka pengembangan properti di lima kawasan transit.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Miftahul Munir
Dirut PT Jakpro (Kemeja Putih) Iwan Takwin dan Dirut MRT Jakarta tanda tangan kerjasama di Wisma Nusantara Menteng, Jakpus, Rabu (16/8/2023). 

WARTAKOTALIVE.COM, MENTENG - MRT Jakarta menjalin masa penjajakan kerjasama dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk pengembangan properti di Wisma Nusantara lantai 22, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/8/2023).

Direktur MRT Jakarra, Tuhiyat menjelaskan, pihaknya belum menentukan pengembangan properti yang akan dilakukan PT Jakpro.

"Jadi kalau kalau kita punya proyek itu di kerjakan oleh bersama gitu. Yang ada di kami itu adalah proyek atas pengembangan kawasan transit, yaitu ada 5 kawasan yang diamanatkan oleh Pemprov DKI," ujar Tuhiyat, Rabu (16/8/2023).

Lima kawasan tersebut berada di Lebak Bulus sampai Fatmawati, kawasan Blok M, kemudian Istora Senayan dan Dukuh Atas.

Baca juga: Heru Budi Dampingi Jokowi di Acara HUT ke-56 ASEAN, Sempat Ajak Delegasi Naik MRT Jakarta

Dari kerjasama ini, nantinya PT MRT Jakarta dan Jakpro akan membuat kajian untuk pemgembangan kawasan transit yang jadi prioritas.

"Jadi belum, enggak ada spesifik dulu (pengembangan dilakuman PT Jakpro), kan juga dari sisi Jakpro juga kan harus selektif juga kira-kira yang mungkin return," tuturnya.

Menurutnya, waktu penjajakan dengan PT Jakpro tidak membutuhkan waktu lama untuk menentukan proyek pengembangan MRT Jakarta.

Sebab, lebih cepat masa penjajakan ini, maka akan semakin baik untuk proses pengembangan proyek MRT Jakarta.

Baca juga: Heru Budi Hartono Mengaku Pemerintah Pusat dan DKI Bakal Bangun Depo MRT Jakarta di Dalam Ancol

Pertama pihaknya akan melakukan non disclosure agreement (NDA) yang artinya kontrak landasan dari sebuah hubungan profesional mengikat secara hukum.

Kemudian penjajakan selanjutnya adalah menggelar forum group discussion (FGD) atau pengumpulan data sebelum pengembangan.

"Kemudian ada kajian dan terakhir perjanjian kerja sama (PKS), saya kira tidak terlalu lama lah," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jakpro, Iwan Takwin melanjutkan, pihaknya akan melakujan kajian di lokasi Transit Oriented Development (TOD).

Pasalnya, TOD merupakan menjadi kawasan perpindahan manusia dari satu moda trasnportasi ke yang lainnya.

"Jadi kalau kita bicara konsep transit oriented development kan, ibaratnya tempat orang transit, kemudian kebutuhan apa yang mereka butuhkan pada saat transit berpindah moda atau mungkin beraktivitas menjadi destinasi di situ, itu kan semua harus tercukupi," tegasnya.

Dari analisa konsep yang dipelajari PT Jakpro, akan mendapatkan pengembangan fasilitas yang pas untuk masyarakat.

Kemudian, pertumbuhan budaya baru di Jakarta juga harus disikapi karena sering berubah-ubah.

"Kebutuhan itu berupa ada yang fasilitas ada yang berupa non fasilitasnya, itu langsung dibentuk menjadi 1 desain," ungkapnya. (m26)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved