Minggu, 31 Mei 2026

Pimpinan DPRD DKI Minta Pemerintah dan Polisi Tangani Kasus Body Checking Miss Universe Indonesia

Pimpinan DPRD DKI Minta Pemerintah dan Polisi Turun Tangan Atas Kasus Body Checking di Miss Universe Indonesia

Tayang:
Editor: Joanita Ary
Warta Kota YouTube
Pimpinan DPRD DKI Minta Pemerintah dan Polisi Turun Tangan Atas Kasus Body Checking di Miss Universe Indonesia 

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta -- Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta sekaligus politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Zita Anjani menanyakan tentang prosedur tahapan-tahapan di ajang Miss Universe Indonesia, imbas dari dugaan pelecehan seksual yang dialami para kontestannya.

Zita menjelaskan baru kali ini mendengar kontestan diminta bugil saat sesi pengecekan tubuh (body checking) sejak pertama kali Indonesia mengiikuti ajang Miss Universe pada 1974.

"Miss Universe adalah kontes kecantikan, nilainya adalah keanggunan seorang wanita (paras dan intelektualnya), tujuanya adalah meningkatkan derajat wanita, keuntungannya adalah budaya indonesia yang mendunia. Itu, hakikat dari Miss Universe," ujarnya, Kamis (10/8/2023).

Ia mengatakan Miss Universe adalah kontes kecantikan yang menilai keanggunan seorang wanita dari paras dan intelektualnya.

“Tujuanya adalah meningkatkan derajat wanita, keuntungannya adalah budaya indonesia yang mendunia. Itu, hakikat dari Miss Universe,” kata Zita

Kemudian Zita meminta agar pemerintah turun tangan dan Polri mengusut tuntas kasus ini karena wanita merupakan wajah sebuah bangsa.

 “Kalau wanitanya lemah, mudah dilecehkan, artinya itu gambaran dari bangsa kami, lemah dan mudah di lecehkan. Maka, jaga dia, wanita,” kata dia.

Sebagaimana diketahui  gelaran kontes kecantikan Miss Universe Indonesia tahun ini dihebohkan oleh munculnya dugaan pelecehan seksual  yang dilakukan oleh pihak penyelenggara kepada para pesertanya.

Hingga kini ada tujuh peserta di antaranya telah memberikan kuasa untuk melaporkan dugaan itu ke pihak polisi.

Mellisa Anggraini, kuasa hukum peserta itu, mengungkap pelecehan seksual yang dimaksud terjadi pada 1 Agustus 2023.

Modusnya menggunakan agenda pemeriksaan tubuh atau body checking namun pengecekannya tidak dilakukan secara privat, juga bukan dilakukan oleh sesama perempua.

Nyatanya pengecekan itu juga tidak steril dari kamera, bahkan  menurut sejumlah peserta pengecekan itu tidak diberitahukan sebelumnya kepada para peserta kontes.

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved