Rabu, 29 April 2026

Berita Viral

Warga NU Dilarang Tiru Rocky Gerung yang Tak Sopan Saat Mengkritik

Warga Nahdlatul Ulama (NU) atau yang kerap disapa Nahdliyin dilarang meniru Rocky Gerung yang mengkritik tanpa sopan santun.

Editor: Desy Selviany
Tribunnews.com
KH Yahya Cholil Staquf ungguli KH Said Aqil Siradj dalam proses penghitungan suara pemilihan Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-34 NU di Lampung. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Warga Nahdlatul Ulama (NU) atau yang kerap disapa Nahdliyin dilarang meniru Rocky Gerung yang mengkritik tanpa sopan santun.

Larangan itu dilontarkan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

Dikutip dari Tribunnews.com Gus Yahya menilai pernyataan akademisi Rocky Gerung terhadap Presiden Jokowi sangat tidak sopan.

Pernyataan yang dimaksud adalah ucapan Rocky Gerung yang menyebut Presiden Jokowi 'Bajingan Tolol'.

"Saya hanya bisa mengatakan bahwa ucapan-ucapan seperti yang dilakukan oleh Rocky Gerung dengan ungkapan yang kita semua tahu itu sangat tidak sopan, sangat tidak sopan ya," kata Gus Yahya saat ditemui di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (7/8/2023).

Baca juga: Dianggap Teman, Gibran Rakabuming Ajak Rocky Gerung Mabar Mobile Legend

Gus Yahya meminta aktor-aktor politik di tanah air agar tak melakukan tindakan serupa. Menurut Gus Yahya, pernyataan tersebut juga jauh dari adab Ketimuran yang dianut oleh Bangsa Indonesia.

"Masa kita ini bangsa mau mentolerir ketidaksopanan sampai tingkat sejauh itu," ujarnya.

Dia pun mengimbau kepada seluruh warga NU agar tidak meniru Rocky Gerung.

"Paling ndak saya serukan kepada seluruh warga NU untuk tidak meniru tidak melakukan hal yang sama kepada siapapun," ungkapnya.

Diketahui sebelumnya pernyataan Rocky Gerung viral lagi karena dianggap menghina Presiden Jokowi.

Sejumlah relawan Jokowi kemudian melaporkan Rocky Gerung ke Bareskrim Polri pada Senin (31/7/2023).

Rocky Gerung berdalih bahwa pernyataannya hal biasa dan merupakan kritik. Namun, ia meminta maaf kepada publik apabila pernyataan itu menimbulkan kegaduhan di kemudian hari.

(Wartakotalive.com/DES/Tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved