Rabu, 22 April 2026

Berita Jakarta

Semula Dikeluhkan Warga, Pemkot Jaksel Akan Ubah Kotoran Sapi Jadi Berkah

Semula Dikeluhkan Warga, Pemkot Jaksel Akan Ubah Kotoran Sapi Jadi Berkah. Bangun Instalasi Biogas di Sentra Peternakan Sapi Cikoko

|
Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Pembangunan bak penampungan limbah sementara di Sentra Peternakan Sapi Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Keluhan warga terkait limbah kotoran sapi di wilayah Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan ditanggapi serius Pemkot Jakarta Selatan. 

 

Terkini, Pemkot Jakarta Selatan berkolaborasi dengan Raja Biogas, Dr Sri Wahyuni akan membangun instalasi pengolahan biogas di setiap kandang sapi milik warga.

Kabar baik itu disampaikan Wali Kota Jakarta Selatan, Munjirin setelah memimpin rapat dengan peternak sapi, Raja Biogas Dr Sri, PT PAL JAYA dan Bazis Baznas Jaksel serta pihak terkait lainnya di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (25/7/2023). 

 

Dalam kesempatan tersebut, dirinya menyampaikan sejumlah solusi atas masalah limbah kotoran sapi yang semula dikeluhkan warga. 

Pembangunan bak penampungan limbah sementara di Sentra Peternakan Sapi Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan
Pembangunan bak penampungan limbah sementara di Sentra Peternakan Sapi Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan (Istimewa)

Solusi jangka pendek, dijelaskannya sudah dilakukan pihaknya bersama Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Pemilik sapi dan PPSU, yakni membangun 8 bak penampungan kotoran sapi. 

 

Bak-bak penampungan tersebut nantinya akan menjadi wadah sementara limbah cair dari peternakan sapi.

 

Sedangkan kotoran padat, katanya akan diambil secara berkala untuk diolah menjadi pupuk kandang.

 

"Itu solusi untuk jangka pendek. Jadi sekarang ini nggak ada lagi limbah yang mengalir ke saluran warga," ungkap Munjirin ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan pada Selasa (25/7/2023). 

 

Bersamaan dengan pembangunan bak penampungan, pihaknya bekerjasama dengan Dr Sri Wahyuni untuk membangun instalasi pengolahan biogas. 

 

Lewat instalasi tersebut, nantinya kotoran sapi akan diubah menjadi tiga produk bernilai jual, antara lain kompos, pupuk cair dan biogas.

 

Produk hasil pengolahan kotoran sapi itu diungkapkan Munjirin akan dijual kepada masyarakat. 

 

Sehingga, tak hanya menjadi solusi, hasil penjualan produk itu akan menjadi berkah bagi masyarakat. 

 

"Pilot project-nya itu dibangun di kandang milik Pak Burhan, jadi dari awalnya yang dulunya dikeluhkan warga, justru sekarang jadi berkah," ungkap Munjirin.

 

"Tiga produk olahan kotoran sapi ini bernilai jual tinggi, nantinya hasil penjualannya nanti dikelola untuk pembangunan instalasi pengolahan biogas di 72 kandang sapi peternak lainnya. Jadi nantinya berkelanjutan, dari satu (kandang) jadi semuanya akan dibangun (instalasi pengolahan) biogas ini," bebernya.

 

Terkait bagi hasil dari penjualan produk biogas tersebut, dirinya berpesan agar perkumpulan peternak sapi bisa menyepakati keputusan bersama. 

 

Sebab, pengolahan biogas tersebut sangat bernilai tinggi, seperti biogas yang dapat disalurkan ke setiap rumah di wilayah Cikoko. 

 

Munjirin pun berharap kawasan Cikoko dapat menjadi sentra peternakan di tengah kota yang ramah lingkungan.

 

"Saya juga berharap Cikoko bisa menjadi pusat edukasi warga, mulai dari pemerahan susu sapi sampai pengolahan limbahnya. Saya juga tantang mereka untuk buat kios supaya jadi etalase produk-produk kreatif, seperti susu dan olahannya sampai kepada pupuk cair hasil olahan kotoran sapi," jelasnya.

Baca Berita WARTAKOTALIVE.COM lainnya di Google News

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved