Persija Jakarta

Pemain Asing Tidak Komplet, Andritany Ardhiyasa Bersyukur Persija Jakarta Bisa Imbangi PSM Makassar

Persija Jakarta duduk di posisi ke-10 klasemen sementara Liga 1 2023/2024 usai bermain imbang 1-1 melawan PSM Makassar, Senin (3/7/2023) malam.

Penulis: Sigit Nugroho | Editor: Sigit Nugroho
persija.id
Andritany Ardhiyasa Bersyukur Persija Bisa Imbang PSM Makassar Walau Itu Bukan Hasil yang Diinginkan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Persija Jakarta gagal kalahkan PSM Makassar saat jalani laga perdana di kompetisi Liga 1 2023/2024.

Bertanding di di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (3/7/2023) pukul 19.00 WIB, Persija Jakarta hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan PSM Makassar.

Satu gol Persija Jakarta dicetak oleh Ryo Matsumura di menit ke-81, sedangkan gol PSM Makassar dicetak oleh Kenzo Nambu pada menit ke-12 lewat tandukan.

Hasil imbang itu membuat Persija Jakarta harus puas duduk di posisi ke-10 klasemen sementara dengan raihan satu poin.

Sementara, PSM Makassar ada di peringkat ke-12 klasemen sementara usai mengoleksi satu poin.

Usai pertandingan, kiper Persija Jakarta Andritany Ardhiyasa mengungkapkan unek-uneknya.

Andritany Ardhiyasa mengatakan bahwa hasil imbang tersebut bukan hasil yang ingin diraih, tetapi patut disyukuri.

Baca juga: Meski Tampil Dominan, Pelatih Persija Thomas Doll Tak Masalah dengan Hasil Imbang 1-1 versus PSM

"Pertandingan pertama selalu tidak mudah. Hasil ini (1-1) bukan hasil yang kami inginkan," kata Andritany Ardhiyasa dikutip dari persija.id.

"Draw di kandang bukan hasil yang bagus. Tapi tidak juga buruk dengan kondisi Persija Jakarta saat ini,” ujar Andritany Ardhiyasa.

Kondisi yang dimaksud Andritany Ardhiyasa adalah komposisi tim Ibu Kota yang belum lengkap.

Sebab di laga PSM Makassar saja hanya ada satu pemain asing yang ditugaskan, yaitu Ryo Marsumura.

Di sisi lain, Ondrej Kudela dan Marko Simic belum bisa tampil.

"Dengan atsmosfer luar biasa, kami bisa mendapatkan satu poin. Dengan kondisi yang ada saat ini bagi saya sudah bagus," tutur Andritany Ardhiyasa.

"Memang pertandingan pertama berat dan penuh tekanan. Terlebih kami melawan tim juara. Pada akhirnya 90 menit kami dapat satu poin, bukan hasil yang buruk," papar Andritany Ardhiyasa.

Baca juga: Berhasil Imbangi Persija Jakarta, Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares Puji Dukungan The Jakmania  

Kesal

Sementara itu, Pelatih Persija Jakarta Thomas Doll menilai bahwa para pemainnya terlihat masih kesulitan berkembang pada babak pertama.

Usai mendapatkan evaluasi, Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan mulai bermain dengan skema yang ia inginkan pada babak kedua.

"Babak pertama saya tidak suka. Tidak main bagus. Beberapa pemain dapat tekanan tapi tidak bagus dalam menguasi bola, kita salah. Kalah duel bola juga," kata Thomas Doll seusai laga.

"Kita tahu semua PSM punya spesialis di freekick, corner. Mereka punya striker tinggi. Mereka banyak memanfaatkan itu. Babak pertama saya tidak suka," ujar Thomas Doll.

"Kemudian babak kedua, semua pemain minta bola. Sayap lebih cepat. Semua ingin cetak gol dan tidak mau kalah. Kita punya banyak kesempatan cetak gol, tapi skor 1-1 ya tidak apa-apa," jelas Thomas Doll.

Juru taktik asal Jerman itu justru menyoroti permainan PSM yang kerap mengulur-ulur waktu dengan berpura-pura jatuh.

Baca juga: Persija Tidak Efektif, Kuasai 80 Persen Laga hanya Raih Satu Poin dari PSM, Ini Statistik Lengkapnya

Bahkan, Thomas Doll membandingkan kondisi tersebut apabila terjadi di pertandingan Eropa.

Menurur Thomas Doll, hal-hal seperti itu di Liga Indonesia tak lagi harus dilakukan dan wasit sebagai pengadil di lapangan juga harus memberikan sanksi tegas kepada pemain yang kerap mengulur-ulur waktu.

"Tapi intinya saya tudak suka jalannya laga hari ini, karena banyak pemain yang ulur waktu. Jadi kita kehilangan ritme," terang Thomas Doll.

"Jakmania datang untuk nonton. Bukan setiap 3 menit semua orang jatuh buang waktu. Terutama nomor 4 (Yuran). Dia terhitung 6 kali jatuh dan dia main 90 menit. Di Eropa tidak bisa seperti itu. Dia bisa dapat kartu merah. Padahal atmosfer luar biasa tapi buang waktu rusak semuanya," tutur Thomas Doll.

"Di liga sekarang saya pikir semua berubah. Ini bukan karena kami tertinggal. Tapi ritme selalu hilang. Bola indonesia harus lebih berkembang," ucap Thomas Doll.

Puji The Jakmania

Sedangkan, Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares mengaku takjub dengan pendukung Persija Jakarta, The Jakmania.

Sebanyak 37.000 The Jakmania penuhi SUGBK saat laga Persija Jakarta kontra PSM Makassar.

Melihat atmosfer seperti ini, Bernardo Tavares pun melemparkan pujiannya.

"Atmosfer luar biasa. Saya ucapkan selamat kepada suporter Perrsija bisa penuhi stadion. Ini atmosfer yang seharusnya di stadion. Inilah sepak bola yang diinginkan," kata Bernardo dalam sesi post match conference.

Pelatih asal Portugal itu berharap ke depan pertandinga Liga 1 bisa diperbolehkan untuk dihadiri suporter away.

BERITA VIDEO: Thomas Doll Tak Peduli Rekor Persija VS PSM, Fokus Atur Strategi Andalkan Pemain Lokal

Seperti diketahui, untuk saat ini pertandingan Liga 1 memang masih belum diperbolehkan adanya suporter away karena untuk menjaga kepercayaan dari FIFA.

"Satu harapan saya suporter tamu harusnya ada untuk sama-sama menikmati sepakbola. Saya juga berharap pertandingan ke depan liga bisa berjalan dengan baik. Tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti musim lalu," jelas Bernardo.

Sementara itu, mengenai pertandingan Bernardo mengaku cukup puas dengan raihan satu poin ini.

Hanya saja, Bernardo cukup meyayangkan terjadinya gol penyeimbang Persija.

Menurutnya, Yance Sayuri yang terjatuh harus dihentikan oleh wasit. Akan tetapi wasit malah meneruskan pertandingan dan membuat Persija justru bisa mencetak gol.

"Tentang pertandingan, saya kira kami mulai lebih baik dari lawan. Kita punya lebih banyak peluang di awal laga. Saat korner menyerang, salah satu pemain persija tarik jersey untuk hentikan Yuran. Di luar sana ini jelas penalti. Tapi di sini tidak tahu aturan mana yang dipakai," papar Bernardo.

"Satu hal lagi, yang perlu saya tekankan, wasit utama mempunyai peranan penting tegakkan fair play. Wasit bukan dokter. Kalau pemain jatuh lebih dari 1 menit, wasit harus hentikan laga. Itu bisa saja serius, timbulkan kematian. Tapi laga jalan terus dan Persija cetak gol saat satu pemain kami jatuh di lapangan," jelas Bernardo.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved