Perang Rusia Ukraina
Jokowi Bela Prabowo Subianto Soal Proposal Damai Rusia-Ukraina
Presiden Jokowi bela Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto soal proposal perdamaian perang Rusia-Ukraina.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Presiden Jokowi bela Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto soal proposal perdamaian perang Rusia-Ukraina.
Menurut Jokowi, proposal perdamaian yang diajukan oleh Prabowo Subianto memiliki tujuan yang baik yakni agar perang segera selesai.
Jokowi mengungkapkan isi rapat dengan Prabowo Subianto usai proposal perdamaian tersebut ditolak oleh Ukraina.
Dari hasil rapat itu kata Jokowi, saat ia menerima penjelasan Prabowo bahwa posisi Indonesia jelas sangat menghormati kedaulatan dan teritorial integrity dari negara lain.
“Kita ini jelas ya sejak awal jelas, dan sampai sekarang tidak berubah bahwa Indonesia sangat menghormati kedaulatan dan teritorial integrity dari negara lain semua negara, dan tidak akan berubah,” jelasnya seperti dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden Rabu (14/6/2023).
Hal itu juga kata Jokowi, sudah disampaikannya setiap bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Kedua kata Jokowi, Indonesia ingin perang segera selesai. Dari hasil rapat dengan Prabowo Subianto, Jokowi menjelaskan bahwa tidak ada yang berbeda dari proposal tersebut dengan tujuan Indonesia di perdamain dunia.
“Waktu saya undang Pak Prabowo sama, enggak ada yang beda,” jelasnya.
Lagi pula kata Jokowi, usulan itu disampaikan dalam seminar dialog bukan dalam bentuk usulan forum kenegaraan atau perundingan.
Sehingga Jokowi mendukung usulan tersebut apabila bertujuan mendukung perdamaian dunia.
Baca juga: Presiden Jokowi Akhirnya Restui Kaesang Maju di Pilkada Depok
“Itu juga bukan usulan dalam forum kenegaraan atau perundingan, itu seminar dialog bahwa ada usulan boleh-boleh saja bagus-bagus aja,” kata Jokowi.
Diketahui Menhan Prabowo sebelumnya menyampaikan proposal resolusi perdamaian untuk mengakhiri perang Ukraina-Rusia saat hadir dalam forum International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue di Singapura, Sabtu (3/6/2023) lalu.
Prabowo menyodorkan tiga poin untuk menghentikan perang antara Rusia dan Ukraina yaitu gencatan senjata, penarikan pasukan, dan referendum.
Proposal damai yang diusulkan Prabowo ini ditolak mentah-mentah oleh Ukraina. Dan usulan itu jadi perdebatan kontroversi di sejumlah media massa internasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Prabowo-Dipanggil-Presiden.jpg)