Berita Video
VIDEO Haris Azhar Menyangkal Soal "Minta Saham" ke Luhut Binsar, Begini Penjelasannya!
Haris Azhar membenarkan dirinya mengontak Luhut Binsar Pandjaitan, tapi hal tersebut bukan untuk meminta saham.
Penulis: Joanita Ary | Editor: Fredderix Luttex
WARTAKOTALIVECOM, JAKARTA – Haris Azhar, terdakwa pencemaran nama baik terhadap Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan penjelasan terkait “minta saham Freeport” .
Menanggapi sidang yang berlangsung hari ini Haris membantah dirinya meminta saham ke Luhut.
Berawal dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) menanyakan soal seberapa dekat Luhut dengan Haris Azhar. Luhut kemudian mengungkapkan bahwa dirinya dan Haris Azhar kerap bertukar pesan elektronik melalui WhatsApp.
Bahkan, pada Maret 2021 lalu, Haris Azhar disebutnya meminta bantuannya untuk mengurus saham di Timika, Papua.
Haris membenarkan dirinya mengontak Luhut, tapi hal tersebut bukan untuk meminta saham.
Melainkan meminta bantuan Luhut untuk memproses saham yang menjadi hak masyarkat adat yang tinggal di sekitar Freeport di Papua.
Haris mengatakan jika ia meminta bantuan Luhut untuk memproses saham yang menjadi hak masyarkat adat yang tinggal di sekitar Freeport di Papua.
Baca juga: Kronologi Tewasnya David, Pengamen Gerobak Keliling Oleh Pratu J di Senen, Ada KTA di Jok Motor
“Posisi saya sebagai kuasa hukum dari satu organisasi masyarakat adat. Masyarakat adat ini melihat bahwa ada saham 10 persen untuk papua. 10 persen itu sudah ada Perdasinya (Peraturan Daerah Provinsi) yang mana provinsi dapat 3 persen. Sisa 7 persen ini masyarakat adat dan banyak orang di Mimika ini tanya, saham ini jadi punya siapa,” jelas Haris Azhar
Sebelumnya, dalam sidang pencemaran nama baik, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan isi pesan whatsapp dari Terdakwa Haris Azhar soal permintaan saham mengatasnamakan suku adat di Papua.
Baca juga: VIDEO Cerita Putri Ariani Dibully Karena Tuna Netra hingga Sukses Getarkan Americas Got Talent
Haris mengaku sebelum meminta bantuan ke Luhut, ia sudah melakukan berbagai upaya untuk membantu masyarakat adat sana, mulai tingkat bupati. Namun hal tersebut gagal.
Untuk itulah maka, Haris coba menghubungi Luhut atas kuasa dari masyarakat adat.
Namun Luhut menyebut tak bisa memenuhi permintaan Haris Azhar.