Kamis, 9 April 2026

Berita Video

VIDEO Gandeng UGM, Ganjar Tangani Stunting dengan Program Beras Fortifikasi

Program ini difokuskan untuk menurunkan angka stunting yang menjadi salah satu indikator kemiskinan daerah.

Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Penanganan stunting melalui beras fortifikasi di Jawa Tengah mulai dijajal Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Langkah ini sebagai upaya Pemerintah Provinsi Jateng terus menggenjot penanganan stunting.

Ada 253 desa di 5 kabupaten di Jawa Tengah yang menjadi pilot project penanganan stunting menggunakan asupan beras fortifikasi.

Program pilot project beras fortifikasi merupakan kerja kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi DIY, UGM dan Bank Jateng.

Program ini difokuskan untuk menurunkan angka stunting yang menjadi salah satu indikator kemiskinan daerah.

"Maka kolaborasi dari beberapa pihak ada dari kampus, dari pemerintah termasuk kabupaten kota, termasuk komunitas, harapan kita stunting ini sedang kita keroyok," ujar Ganjar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis (11/5) siang.

 

Sejak diluncurkan Ganjar pada saat musrenbang Februari 2023 lalu, sudah 2 ton beras fortifikasi disalurkan kepada ibu hamil untuk mencegah stunting dan gizi buruk pada anak.

Seiring waktu, beras fortifikasi sebagai pilot project juga melibatkan 500 ibu hamildi Jawa Tengah, yakni Kabupaten Brebes, Kabupaten Blora, Kabupaten Magelang, Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Temanggung.

Baca juga: Sultan Bojong Koneng Haji Agus Suleha Sempat Jadi Sopir Truk, Bukan Dari Keluarga Kaya

Ganjar mengatakan, data-data akurat dan riset terkini terkait jumlah ibu hamil dan balita di setiap daerah menjadi penting untuk terus dilakukan agar program beras fortifikasi bisa berjalan lancar dari seluruh pihak yang berkolaborasi.

"Kita memastikan ibu-ibu hamil wabil khusus asupan gizinya itu harus bagus, diperiksa rutin, sehingga mereka yang berpartisipasi harapan kita juga memberikan catatan data seakurat mungkin," kata Ganjar.

Namun upaya Ganjar menekan angka stunting dan gizi buruk tidak hanya melalui beras fortifikasi saja. Pada kesempatan itu, Ganjar turut menyampaikan program perbaikan gizi melalui pengembangan telur omega yang dilakukan Fakultas Pertanian UGM.

Menurut pria berambut putih itu, metode-metode kolaborasi antar pemerintah dengan pihak lain atau keroyokan dalam menyelesaikan persoalan seperti beras fortifikasi sangat diperlukan untuk kesejahteraan seluruh masyarakat.

"Metode lain non beras fortifikasi, barangkali ada yang lain maka kita dorong. Dulu dari Fakultas Peternakan UGM juga ada telur omega, ini juga kandungan gizinya bagus," jelas Ganjar.

"Model keroyokan inilah yang kita harapkan bisa kita melakukan percepatan penurunan angka stunting," lanjut Ganjar.

Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul Ganjar Kerja Sama dengan UGM untuk Penanganan Stunting dengan Beras Fortifikasi di Jateng

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved