Sabtu, 9 Mei 2026

Finansial

Teknologi Digital Identity Jadi Kunci Jaminan Keamanan Transaksi Digital Saat di Luar Negeri

Teknologi digital identity hadir sebagai kunci masyarakat dalam melakukan transaksi berbelanja dan perjalanan antar negara yang aman dan nyaman.

Tayang:
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
Freepik.com
ILUSTRASI pembayaran cashless menggunakan ponsel. Teknologi digital identity pada berbagai platform layanan digital mulai dari keuangan hingga layanan perjalanan atau travel berperan sebagai kunci keamanan pengguna saat bertransaksi di luar negeri. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Hadirnya berbagai layanan berplatform digital saat ini telah memudahkan masyarakat dalam melakukan berbagai transaksi mulai dari kebutuhan sehari-hari, tiket perjalanan, hingga bisnis baik di dalam negeri maupun luar negeri dengan lebih cepat dan mudah.

Namun begitu, masyarakat masih perlu berhati-hati akan adanya ancaman kejahatan siber ketika memilih dan menggunakan platform digital mulai dari layanan keuangan hingga agen perjalanan online khususnya yang bersifat lintas batas atau antar negara (cross border).

Berkaitan dengan hal tersebut, teknologi digital identity hadir sebagai kunci masyarakat dalam melakukan transaksi berbelanja dan perjalanan antar negara yang aman dan nyaman, sehingga memberikan pengalaman pengguna layanan digital yang maksimal. 

Guna menghadirkan alternatif sistem pembayaran cross-border, beberapa negara sudah menerapkan sistem baru selain dari sistem lama yang sudah berjalan seperti penggunaan kartu kredit, debit, dan sejenisnya, dengan menerapkan sistem pembayaran digital berbasis QR.

Kerja sama pembayaran cross-border ini juga telah dilakukan oleh Bank Sentral dari empat negara ASEAN, yaitu Bank Indonesia (BI), Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Monetary Authority of Singapore (MAS), dan Bank of Thailand (BOT), dalam mewujudkan sistem pembayaran yang lebih cepat, murah, transparan, dan inklusif.

Melalui kerja sama ini, masyarakat dari keempat negara dapat melakukan transaksi lebih mudah dengan cashless dan contactless ketika sedang berwisata ke luar negeri dan tidak perlu lagi mengandalkan penukaran uang tunai dengan mata uang tiap negara yang dikunjunginya.   

Hanya saja, dibalik kemudahan transaksi antar negara melalui platform pembayaran digital, tidak terlepas dari berbagai ancaman kejahatan siber seperti identity fraud dan identity theft yang dapat merugikan para penggunanya.

Berkaitan dengan hal ini, penyedia layanan digital perlu mengimplementasikan berbagai solusi teknologi yang mampu mendukung keamanan tanpa mengurangi kenyamanan penggunanya. Hal ini dapat diwujudkan salah satunya dengan mengintegrasikan sistem layanan digital dengan teknologi digital identity

Head of Product VIDA Ahmad Taufik menyatakan, kemudahan dalam penggunaan sistem layanan maupun pembayaran digital cross-border perlu diimbangi dengan kepatuhan penyedia layanan pembayaran terhadap regulasi termasuk didalamnya adalah customer due diligence, hal tersebut menjadikan kebutuhan akan layanan digital identity yang dapat digunakan kapan saja dan dimana saja menjadi sangat krusial.

"Tentunya hal ini dapat menjadi elemen proteksi baik bagi penyedia layanan keuangan maupun penggunaannya dari berbagai kejahatan siber, sehingga ekosistem digital di Indonesia dapat terbentuk dengan sistem keamanan terbaik," ucapnya Ahmad dalam keterangan resmi, Sabtu (13/5/2023).

Dalam penerapannya, lanjut Ahmad, teknologi digital identity pada berbagai platform layanan digital mulai dari keuangan hingga layanan perjalanan atau travel berperan sebagai kunci masuk penggunanya ke dalam platform tersebut melalui proses verifikasi dan otentikasi identitas.

"Dengan integrasi digital identity ini, transaksi yang dilakukan dalam platform dapat dipastikan berlangsung sesuai persetujuan pemilik akun sehingga transaksi dapat dilakukan dengan lebih aman," ujarnya.

Selain itu, teknologi digital identity yang mudah dan dapat digunakan oleh berbagai kalangan ini juga turut berkontribusi dalam menciptakan ekosistem digital antar negara yang inklusif. 

Menurut Taufik, implementasi teknologi digital identity dapat mendorong efisiensi dan inklusivitas dari cross-border transactions, yakni dengan memungkinkan berbagai kalangan, baik masyarakat dalam negeri maupun pendatang dari luar negeri, untuk masuk ke dalam ekosistem digital Indonesia serta memfasilitasinya dalam melakukan transaksi antar negara secara mudah dan aman.

"Dengan begitu, ekosistem digital dapat tumbuh menjadi lebih inklusif serta membuka berbagai potensi baru dalam konteks perdagangan, investasi, hingga pertumbuhan ekonomi," pungkasnya. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved