Rabu, 15 April 2026

Perusahaan di Indonesia Diajak Komitmen Wujudkan Green dan Sustainability Hadapi Perubahan Iklim

Isu green company kian santer untuk hadapi perubahan iklim (climate change). Perusahaan-perusahaan dituntut peduli akan keseimbangan lingkungan.

Editor: Junianto Hamonangan
Istimewa
Isu green company kian santer untuk hadapi perubahan iklim (climate change) dimana perusahaan dituntut peduli akan keseimbangan lingkungan dan tidak melulu profit oriented. Menyikapi hal itu, digelar pemilihan perusahaan-perusahaan dengan green company dalam ajang penjurian Indonesia Green & Sustainable Companies Award (IGSCA) 2023. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Isu green company kian santer untuk hadapi perubahan iklim (climate change). Perusahaan-perusahaan dituntut peduli akan keseimbangan lingkungan dan tidak melulu profit oriented.

Dorongan green company tidak hanya di lingkup bisnis global, seperti tekanan pengurangan emisi, waste management improvement, pemanfaatan energi terbarukan, isu ekonomi sirkular, tapi juga lingkup bisnis dalam negeri.

Menyikapi hal itu, SWA Media Group menggelar pemilihan perusahaan-perusahaan dengan green company dalam ajang penjurian Indonesia Green & Sustainable Companies Award (IGSCA) 2023.

Group Chief Editor SWA Media Kemal E. Gani mengatakan tema kali ini ‘Indonesia Green & Sustainable Companies’ dengan pertimbangan memacu perusahaan dalam mengembangkan jalur growth dan green secara bersama-sama.

Baca juga: Kisah Celerina Judisari Garap The Sailors, Dikagumi Para Ibu Negara di Spouse Program KTT ASEAN 2023

“Kami meyakini green company adalah keharusan,” ucap Kemal, berdasar keterangan, Sabtu 13/5/2023).

Apalagi dari kalangan dunia bisnis Indonesia belakangan getol kaitkan isu ekonomi sirkular, green building, green financing (pembiayaan berwawasan lingkungan) dan lainnya dengan kiprah perusahaan.

Adapun penjurian IGSCA 2023 terdapat 21 perusahaan yang mendaftar dan ikut assessment terdiri dari BUMN, dan perusahaan swasta, baik itu swasta nasional maupun multinasional skala besar.

Sementara dari 21 perusahaan yang mendaftar pada proses assessment, ada 20 peserta lolos
sebagai finalis dan yang mengikuti proses akhir hingga ikut penjurian 18 perusahaan.

Baca juga: Orang Tua Diktator Paksa Anak Masuk Pesantren, Dua Bocah di Tebet Nekat Kabur ke Kebumen

“Sebagai bagian dari apresiasi terhadap ikhtiar perusahaan menjadi green company, bersama sejumlah pegiat lingkungan, diadakan penjurian untuk melihat sejauh mana implementasi prinsip-prinsip green business diterapkan,” kata Kemal.

Untuk melakukan seleksi siapa yang terbaik di bidang green aspect, sudah ditunjuk tim juri yang sangat berkompeten di bidang lingkungan hidup dengan menyepakati parameter sejauh mana peserta dalam manajemen lingkungan hidup.

Alexander Sonny Keraf selaku pakar lingkungan yang jadi salah satu juri IGSCA 2023 menganalisis hampir semua peserta penjurian adalah deretan perusahaan yang sudah mempunyai komitmen.

“Hampir semua peserta penjurian tahun ini merupakan deretan perusahaan yang sudah punya komitmen dan tekad kuat untuk beralih atau shifting model bisnisnya ke arah sirkular (take-make-waste to cash) dari yang semula model ekonomi linier (take-make-waste),” ujar mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI itu.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved