Adopsi Gaya Hidup Sehat dan Aktif Diyakini Mampu Bantu Melindungi Kesehatan Jantung
Penyakit jantung adalah penyebab kematian terbesar di dunia, menewaskan sekitar 17,9 juta jiwa setiap tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penyakit jantung adalah penyebab kematian terbesar di seluruh dunia, menewaskan sekitar 17,9 juta jiwa setiap tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.
Chief Health and Nutrition Officer, Herbalife Nutrition, Kent Bradley mengatakan kematian akibat penyakit kardiovaskular terus meningkat bisa diakibatkan beberapa faktor.
“Di pusat sistem kardiovaskular kita adalah jantung dan kesehatannya penting bagi semua orang, tanpa memandang usia. Tidak berarti harus berhenti memikirkan faktor risiko potensial,” ujarnya, lewat keterangan, Minggu (30/4/2023).
Hal tersebut bisa dilihat dari faktor-faktor yang berkontribusi dari pergeseran kebiasaan gaya hidup yang mengakibatkan peningkatan angka obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2.
Baca juga: Verlita Evelyn Menangis Kehilangan Carlo Saba, Ingat Temani Pemulihan Usai Alami Serangan Jantung
“Untungnya, tidak peduli tahap kehidupan, ada beberapa cara untuk mengambil kembali kendali atas kebiasaan gaya hidup, untuk melindungi kesehatan jantung Anda,” ungkap Kent Bradley.
Langkah pertama dalam menjaga kesehatan jantung adalah mengetahui faktor lingkungan di mana Anda tinggal. Melakukan cek rutin setiap tahun ke dokter untuk penilaian kesehatan adalah tempat yang tepat untuk memulai.
Perlu dicatat tekanan darah tinggi adalah faktor risiko utama bagi penyakit kardiovaskular, yang sangat memprihatinkan mengingat tekanan darah tinggi adalah "pembunuh senyap" tanpa tanda atau gejala peringatan.
Selain itu merokok menjadi salah satu kebiasaan yang paling merugikan bagi kesehatan jantung seseorang. Karena dapat merusak lapisan arteri, menyebabkan penumpukan material berlemak, yang disebut ateroma, yang menyempitkan arteri.
Baca juga: Iqbal Pakula Meninggal Dunia Akibat Leukimia dan Gagal Jantung, Mulai Dikenal di Sinetron Tersanjung
Gaya hidup yang kurang aktif sedang meningkat di seluruh dunia. Padahal manfaat dari olahraga dan aktivitas fisik teratur selain untuk penurunan juga pemeliharaan berat badan.
Untuk menghindari duduk sepanjang hari, bisa berjalan ke taman selama jam makan siang, lalu mencoba untuk sekedar mengobrol sambil jalan dengan rekan kerja, parkir lebih jauh dari kantor atau toko saat berbelanja, dan naik tangga.
“Pada akhirnya, mengadopsi gaya hidup sehat dan aktif dapat membantu menjaga penyakit jantung tetap jauh dari tubuh,” kata Kent Bradley.
Meski tak ada hubungan langsung antara tingkat stres yang tinggi dan penyakit jantung, stres bisa menimbulkan risiko terhadap kesehatan jantung, seperti tekanan darah tinggi, kebiasaan makan berlebihan, atau kurangnya olahraga.
Tidak hanya itu, stres jangka panjang juga dapat menyebabkan peningkatan kadar hormon stres seperti adrenalin dan kortisol, yang meningkatkan risiko serangan jantung.
Orang yang memiliki tingkat stres yang lebih rendah cenderung lebih banyak berolahraga dan makan dengan baik, keduanya sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung yang baik.
“Jika Anda belum mulai, saatnya memasukkan satu atau lebih dari tips ini ke dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga jantung Anda tetap sehat dan kuat di masa depan,” tutup Kent Bradley.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-jantung-hellosehat.jpg)