Covid19

Terjadi Kenaikan Kasus Covid-19 di Jakarta Jelang Lebaran 2023, Hampir 50 Persen!

Terjadi kenaikan kasus Covid-19 di wilayah DKI Jakarta bahkan hampir 50 persen kasus tersebut terjadi di Jakarta.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: PanjiBaskhara
dailymail.co.uk
Ilustrasi: Terjadi kenaikan kasus Covid-19 di wilayah DKI Jakarta bahkan hampir 50 persen kasus tersebut terjadi di Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta bergerak cepat untuk menghadapi kenaikan kasus Covid-19.

Sampai Jumat (14/4/2023) lalu, sudah ada 1.000 kasus, dan hampir 50 persen kasus terjadi di Jakarta.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad mengatakan, pemerintah daerah harus tetap gencar melakukan upaya menekan kasus Covid-19.

Kenaikan kasus ini dimungkinkan karena adanya subvarian baru yaitu Subvarian Arcturus yang masuk ke Indonesia.

“Kan kasusnya sudah ditemukan di DKI Jakarta pada akhir Maret 2023 lalu, kemungkinan subvarian ini daya tularnya cepat, makanya kasusnya terus meningkat,” kata Idris pada Kamis (18/4/2023).

Menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta jangan sampai lengah dengan Covid-19 varian baru ini.

Pemerintah harus segera melakukan upaya untuk melindungi warga, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya (orang dengan imunitas rendah dan dengan komorbid).

“Pemprov DKI diminta untuk terus mendorong warga untuk vaksinasi, khususnya vaksinasi booster yang angkanya masih rendah yaitu 5,35 juta dosis,"

"Bahkan angkanya jauh di bawah Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah yang jumlahnya masing-masing 15,47; 9,37 dan 8,57 juta dosis,” jelas Idris.

“Padahal dengan melakukan vaksinasi booster, diyakini bisa memperingan gejala dan kematian yang disebabkan oleh virus”, tambah Idris dari Fraksi PSI ini.

Meski pemerintah pusat telah mencabut aturan PPKM sejak akhir Desember 2023 lalu, upaya pencegahan harus tetap dilakukan dan digencarkan.

Soalnya virus Covid-19 masih ada, sehingga upaya melindungi diri sendiri dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta vaksinasi tetep harus disosialisasikan.

Idris juga mengimbau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus gandeng pengurus RT/RW dan para kader untuk sosialisasikan ini, terlebih dengan adanya subvarian baru ini.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta harus segera ambil langkah mitigasi, dan jangan sampai penularannya makin tinggi, terlebih sebentar lagi lebaran Idulfitri, di mana mobilitas warga semakin tinggi.

“Ajak warga untuk tetap jaga imun dengan asupan bergizi, cuci tangan, dan pakai masker di tempat-tempat yang sulit untuk menjaga jarak seperti di mobil angkutan umum, kereta, pesawat, dan tempat umum lainnya,” imbuhnya.

Selain itu, mitigasi pasca lebaran juga harus dipikirkan Pemprov DKI. Salah satu caranya dengan berkoordinasi bersama pemerintah pusat dan pengurus wilayah setempat.

“Pastikan pendatang yang masuk ke wilayah Jakarta harus lapor ke RT dan RW dan harus sudah mendapat vaksin,” ucapnya.

(Wartakotalive.com/FAF)

Sumber: WartaKota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved