Berita Video
VIDEO Cak Imin Bicara soal Batalnya Piala Dunia U-20 di Indonesia
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengaku kecewa atas gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Fredderix Luttex
WARTAKOTALIVE.COM JAKARTA -- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar diskusi publik bertajuk 'Mencari Solusi Masa Depan Sepak Bola di Bawah Bayang-bayang Sanksi FIFA Setelah Dicoret dari Tuan Rumah Piala Dunia U-20' di kantor DPP PKB, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Senin (3/4/2023).
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengaku kecewa atas gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
"Gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala U-20 yang tentu menyesakkan dada dan bahkan rasanya itu perih nyesel gitu," ungkapnya.
Berangkat dari hal tersebut, dirinya meminta agar semua pihak saling berbenah terkait permasalahan yang mendasar.
Melakukan evaluasi secara komprehensif dan kembali menata ulang seluruh persepakbolaan nasional.
"Setelah gagal baru menyesalnya luar biasa. Tidak ada yang diuntungkan dari batalnya ini, yang diuntungkan dari perihnya keadaan ini tidak ada. Hanya satu, kita benahi bersama-sama persoalan-persoalan mendasar ternyata sepakbola tidak berdiri sendiri, sepakbola menjadi bagian dari kesatuan semua komponen bangsa kita termasuk politik, ekonomi sosial, budaya, dan ternyata politik menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi juga, salah satunya adalah politik internasional kita," ungkap pria yang karib disapa Cak Imin.
Baca juga: VIDEO Penampakan Ribuan Pasien Ibu Ida di Cilogong, Kota Depok
"Seperti yang disampaikan Presiden RI dan juga para tokoh lainnya kita menyesalkan peristiwa ini dan kesempatan emas sepakbola Indonesia untuk tampil di dunia dan bahkan menjadi motivasi para penggemar, para pemain timnas, dan semuanya. Jadi kita perlu momentum baru yang lebih baik dan bersemangat lagi," jelas dia.
Ia berharap permasalahan sepakbola per kasusnya bisa dibenahi.
Khususnya, bagi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk membenahi mulai dari akar masalah yang belum tuntas.
Baca juga: VIDEO: Nyanyikan Ulang Madu dan Racun, Aliya SW Tidak Terbebani Nama Ayahnya
"Salah satu yang kita harapkan adalah bahwa pembenahan persepakbolaan dari kasus per kasus, persoalan-persoalan yang lain semua stakeholders terlibat khususnya PSSI di dalam mengatasi akar-akar masalah yang belum tuntas," jelas dia.
Menurutnya, banyak hikmah yang dapat diambil dari pembatalan tersebut. Cak Imin mengatakan kepentingan olahraga harus menjadi kepentingan nasional.
Baca juga: Yuki Kato Khawatir Menangis di Hari Pernikahan Jessica Mila, Diminta Jadi Pengiring Pengantin Wanita
Cak Imin mengimbau untuk tidak mencampuradukkan kepentingan politik dengan olahraga. Lantaran, kepentingan politik yang ditaruh di tempat tidak tepat, dapat merusak kepentingan olahraga.
"Sekaligus menjadi kebutuhan kita untuk menjaga bersama-sama dengan sebaik-baiknya. Toh dengan kepentingan politik yang tidak tepat, yang rusak adalah seluruh sendi-sendi masa depan olahraga kita," tutup dia. (m27)