Pj Gubernur DKI Jakarta

Heru Budi Hartono Ungkap Strategi Pengendalian Banjir Jakarta, Terjadi Sejak Zaman Belanda

Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menjadikan program pengendalian banjir sebagai agenda prioritas yang krusial untuk dicarikan solusinya

Istimewa
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menjadikan program pengendalian banjir sebagai salah satu agenda prioritas yang krusial untuk dicarikan solusinya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menjadikan program pengendalian banjir sebagai salah satu agenda prioritas yang krusial untuk dicarikan solusinya.

Sejak dicatat Belanda pada 1866 silam, banjir di Ibu Kota menjadi permasalahan kompleks yang terus diupayakan solusinya untuk melindungi warga Jakarta.

Kondisi geografis Jakarta yang berada di dataran rendah dan dialiri 13 sungai menjadi faktor yang berpengaruh besar.

Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta terus melakukan berbagai upaya penanganan banjir, khususnya di 12 titik genangan berulang yang kini berhasil diatasi.

Sebanyak 100 persen penanganan genangan di 58 titik juga berhasil ditangani kurang dari 6 jam.

Sedangkan 85,14 persen penanganan genangan di 212 titik berhasil ditangani kurang dari 2 jam.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Bakal Mengatur Waktu Operasional Hiburan Malam Selama Bulan Ramadan 2023

Hal ini adalah wujud komitmen dan gerak cepat Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga keselamatan warga.

“Prioritas kami adalah warga. Segala hal yang berdampak langsung dengan warga, baik itu keselamatan, kenyamanan, maupun kemudahan, akan terus kami utamakan,” ujar Heru yang dikutip dari PPID DKI Jakarta pada Sabtu (18/3/2023).

“Terkait banjir ini, karena menyangkut keselamatan warga yang juga dipengaruhi oleh faktor alam, kami siapkan berbagai langkah antisipasi hingga penanganan yang cepat dan tuntas,” lanjutnya.

Heru mengatakan, pemerintah daerah telah melakukan upaya antisipasi, mulai dari membangunan saluran penghubung dan kelengkapannya sepanjang 84.984 meter dan pengerukan waduk/situ/embung, kali/sungai, serta saluran mencapai 116.933,7 meter kubik.

Kemudian pengadaan tanah untuk kali/saluran seluas 48.104 meter persegi; pembangunan 14 waduk dan pengadaan tanah untuk waduk/situ/embung seluas 6.661 meter persegi; pembangunan sembilan polder dan satu pompa.

Baca juga: Heru Budi Hartono Ultimatum Pengusaha Telekomunikasi Imbas Kabel Fiber Optik Semrawut

Selanjutnya, pembangunan tanggul pengaman pantai dan infrastruktur pengendali banjir pesisir pantai di Kali Adem sepanjang 1.526 meter; pembangunan pengaman pantai di Pulau Kelapa Sisi Selatan sepanjang 253 meter dan Sisi Utara sepanjang 315 meter.

“Lalu pengadaan peralatan penyelidikan, pengujian, dan pengukuran, serta pemeliharaan/perbaikan alat berat; dan pembangunan tanggul Kali Semanan sepanjang 1.360 meter,” ucapnya.

Selain itu, berbagai strategi penanganan banjir terus diupayakan melalui sinergi dengan berbagai stakeholder terkait, termasuk dengan pemerintah pusat.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved