Berita Video

VIDEO Plt Ketua DPW PSI DKI Jakarta, Grace Natalie: Ganjar Pranowo Capres Sudah Hasil Rembuk Rakyat

Penentuan Ganjar Pranowo sebagai capres berdasarkan hasil Rembuk Rakyat yang dilakukan sejak Februari 2022.

Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Ahmad Sabran

Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti

WARTAKOTALIVE.COM TANAH ABANG -- Setelah Partai Nasional Demokrat (NasDem) mengumumkan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres), Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga mengumumkan capresnya yang akan bertarung pada Pilpres 2024.

PSI sepakat akan mencalonkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai capres di tahun 2024 mendatang.

Penentuan Ganjar Pranowo sebagai capres berdasarkan hasil Rembuk Rakyat yang dilakukan sejak Februari 2022.

Sosok Ganjar Pranowo dinilai calon yang terbaik dan lebih unggul dibandingkan kandidat lainnya, karena mempunyai visi sama dengan seperti yang diperjuangkan PSI.

Demikian yang disampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie yang juga turut menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PSI DKI Jakarta saat diwawancarai Manager Online Warta Kota Dr Suprapto di kantor DPP Partai PSI, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis (10/3/2023).

Berikut hasil wawancara ekslusif yang dibagi menjadi dua seri:

PSI telah mengumumkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024, alasannya?

PSI secara institusi kami sudah sepakat mendukung pak Ganjar Pranowo dan pak Ganjar ini bukan pilihan rapat di DPP tetapi kami buat jejak pendapat artinya kami tanya ke masyarakat dan dibuat online. Itu ada sembilan nama yang kami tampilkan di jajak pendapat yang judulnya 'rembuk rakyat' di websitenya PSI. Tetapi sekarang sudah tutup, kami sudah buka sebelumnya dari satu tahun lalu dari awal 2022. Ini kanal PSI yang buat kami kan bukan lembaga survei dan Badan Pusat Statistik (BPS) tidak bisa mengeneralisasi tetapi paling tidak itu mencerminkan pilihan atau suara hatinya pemilih PSI.

Jadi, sembilan nama itu kami dapatkan dengan bertanya kepada teman-teman pengurus dari daerah-daerah kemudian mereka juga melakukan penjaringan ke konstituen di tempatnya masing-masing, dapatlah sembilan nama itu di antaranya ada pak Ganjar Pranowo, pak Erick Thohir, pak Mahfud MD, pak Andika Perkasa, Emil Dardak, ibu Sri Mulyani, ibu Tri Rismaharini (Risma), Ridwan Kamil (RK), dan ibu Khofifah. Dari sembilan nama yang paling tinggi suaranya di atas 50 persen adalah pak Ganjar Pranowo yang dilakukan dari ratusan ribu orang.

Dalam pandangan Anda sisi kepemimpinan Ganjar Pranowo yang bisa menjadi pegangan beliau saat menjadi capres atau pun presiden itu apa?

Beliau menurut saya, yang saya kaitan dengan DNAnya PSI perjuangan PSI kan ada dua, kebajikan (anti korupsi)
keragaman (anti intoleransi). Jadi kalau kami ngomong banyak elemen bisa panjang lebar, tetapi kalau buat PSI yang paling penting dua hal ini.

Pak Ganjar itu di tengah intoleransi yang semakin naik dan ini jadi konsen kami karena Indonesia kan beragam sekali, jadi pondasi kami sebagai bangsa itu kan toleransi solidaritas, kami bisa bersama-sama membangun bangsa kalau tidak ada toleransi kami sibuk dengan konteks horizontal jadi kapan mau membangunnya dan jangan kan mau membangun kalau mau memilih kepala daerah saja dikaitkan dengan identitas.

Saya pakai survei Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Jakarta (PPIM UIN) mereka melakukan survei berkala dan surveinya topiknya spesifik opini intoleransi di antara guru-guru sekolah negeri di seluruh Indonesia. Jadi mereka menemukan bahwa jumlahnya cukup signifikan paling tidak, tetapi mereka agregasi sekitar setengah dari guru-guru negeri di seluruh Indonesia memiliki opini intoleransi kalau mau dicek digoogle setiap pertanyaan ada presentasenya misalnya hampir separuh responden itu tidak setuju dengan adanya sekolah berbasis keagamaan di luar agama mereka di sekitar, mereka tidak setuju dengan ritual keagamaan apakah itu ritual agama Hindu Buddha yang lain-lain di luar dari mereka menganut, ritual saja mereka tidak setuju.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved