Pelecehan Seksual

Heru Budi Hartono Blokir Pelaku Pelecehan Seksual di dalam Bus Transjakarta dengan Pasang Foto

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono geram melihat pelaku pelecehan seksual kerap beraksi di dalam bus Trasjakarta.

Penulis: Leonardus Wical Zelena Arga | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Leonardus Wical Zelena Arga
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menegaskan pihaknya akan memblokir pelaku pelecehan seksual naik bus Transjakarta, dan memasang foto orang itu agar penumpang waspada. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono angkat suara terkait pelecehan seksual di bus Transjakarta yang terjadi pada 20 Februari 2023 malam.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Heru berencana memblokir pelanggan yang melakukan pelecehan seksual di transportasi publik.

"Kemarin waktu saya ke Transjakarta, sudah saya sampaikan kalau dia (pelaku) terdata akan kami blokir," ujar Heru saat ditemui usai kunjungan di SMAN 32, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (3/3/2023).

Heru menjelaskan bisa jadi nanti akan menggunakan face recognition atau sistem pengenalan wajah untuk melakukan pemblokiran tersebut.

Apabila sudah terblokir, maka pelanggan yang juga pelaku tidak akan bisa mengakses bus Transjakarta lagi.

"Itu ide bagus ya, nanti kami laksanakan. Sesegera mungkin saya panggil Dinas Perhubungan (Dishub) dan Transjakarta," kata Heru.

Kemudian, Heru mengimbau kepada masyarakat khususnya pengguna bus Transjakarta agar tetap berhati-hati saat berada di dalam transportasi publik.

Transjakarta Tempatkan Petugas Keamanan di Dalam Bus

Baca juga: Cegah Pelecehan Seksual, Transjakarta Tempatkan Petugas Pramusapa dan Keamanan di Dalam Bus

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menempatkan petugas pramusapa dan petugas keamanan yang berseragam di dalam bus.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT Transjakarta, Apriastini Bakti Bugiansri mengatakan hal tersebut dilakukan demi mencegah dan meminimalisir tindak pelecehan seksual di transportasi publik.

"Jadi memang selama ini para petugas tersebut jaga di halte-halte untuk mencegah tindak pidana kriminal di dalam bus," ujar Apri berdasarkan keterangannya, Selasa (28/2/2023).

Baca juga: Politisi Gerindra Punya Usul Bagus, Minta Pemprov DKI Jakarta Menggratiskan Tarif Bus Transjakarta

Apri mengatakan tindak pidana kriminal yang dimaksud khususnya kasus seks predator. Sehingga memang para petugas dialihkan untuk menjaga di dalam bus Transjakarta.

Ia menjelaskan, penempatan petugas pramusapa dan keamanan itu merupakan upaya Transjakarta dalam menekan kasus pelecehan seksual yang belakangan ini marak terjadi.

"Dan pasti kami harapkan dapat menambah keamanan serta kenyamanan para pelanggan bus Transjakarta," ucap Apri.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved