Selasa, 19 Mei 2026

Berita Video

VIDEO Pena 98 Bicara Capres 2024, Asal Tidak Pernah Terlibat Kekerasan dan Diskriminasi

Aktivis 1998 yang tergabung dalam Persatuan Nasional Aktivis 98 menyebut tidak akan mengusung Capres yang pernah terlibat kekerasan dan diskriminasi.

Tayang:
Penulis: Desy Selviany | Editor: Fredderix Luttex

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ditanya soal pengusungan Capres 2024,  aktivis 1998 yang tergabung dalam Persatuan Nasional Aktivis 98 (PENA 98) menyebut tidak akan mengusung Capres yang pernah terlibat kekerasan dan diskriminasi.

Hal ini disampaikan saat peresmian Gedung Graha PENA 98 di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2023).

Dikutip dari Tribunnews.com, Sekretaris Jenderal PENA 98 Adian Napitupulu mengatakan saat ini PENA 98 belum memilih sosok siapa yang akan diusung pada Pilpres 2024.

Menurutnya, saat ini pihaknya tidak mau terjebak dengan nama Capres 2024.

“Kita tidak mau terjebak dengan nama, kita mau bicara kriteria,” kata Adian Napitupulu saat konferensi pers.

“Kenapa? Kita punya 275 juta rakyat Indonesia yang saya yakin kalo kita berpikir sama-sama menyusun kriterianya, kita bisa mencari 1, 2 dari 275 juta rakyat ini,” lanjut dia.

Ia menambahkam bahwa soal nama capres bukanlah kapasitas PENA 98. Itu, kata dia, merupakan lingkup partai politik yang berwenang mengusulkan capres-cawapres.

Namun, pihak PENA 98 pun memiliki sejumlah kriteria Capres yang akan diusulkan pada 2024.

Baca juga: VIDEO Helikopter Kapolda Jambi Mendarat Darurat di Hutan

Salah satu kriterianya ialah tidak pernah melakukan kekerasan terhadap rakyat.

“Lalu di mana wilayah kita, kita pingin ini loh pemimpin kita, saya tidak mau 2024 sampe 2029 indo penuh dengan kekerasan. Untuk itu saya tidak akan memilih pemimpin yang pernah melakukan kekerasan kepada rakyat,” katanya.

Ia pun mengatakan bahwa PENA 98 lebih mengedepankan gagasan dan ide, sebagaimana tertuang dalam 8 kriteria capres yang telah diumumkan.

Dalam kriteria tersebut terdapat beberapa poin, di antaranya pemimpin yang diharapkan terbebas dari praktik korupsi hingga sikap diskriminatif.

Baca juga: Dua Kelompok Ribut di Tempat Hiburan Malam di Jaksel, Polisi dan Security Kewalahan Melerai

Namun terkait siapa figur itu, Adian enggan merinci lebih jauh.

“Siapa namanya, terserah. Tapi, inilah yang kita harapkan mampu menjawab Indonesia ke depan, jangan dibalik. Yang selama ini terjadi menurut saya terbalik, namanya dulu dilemparkan gagasannya kita tidak tahu, rekam jejaknya kita tidak buka lalu kita mengulang sejarah-sejarah lama, menurut saya, kita tidak mau terjebak pada nama,” ucapnya.

Sementara itu, seperti diketahui bahwa hingga saat ini ada tiga nama capres potensial, yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto hingga Anies Baswedan.

Baca juga: Erick Thohir Gerak Cepat, PSSI Langsung Bentuk Komite Adhoc Suporter, Infrastruktur, dan BTN

Terkait nama-nama itu, PENA 98 pun enggan mengomentari.

Adian menegaskan pihaknya tetap mengedepankan gagasan yang ditawarkan ketimbang sosok nama capres.

“Kita tidak mau mengomentari nama-nama. Biarkan rakyat menjadi hakim. Kita tidak mau menjadi hakim terhadap orang-orang itu, kita tidak mau bicara si A bagaimana, si B bagaimana tapi saya mau miliki kriteria,” tuturnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved