Banjir
Makassar Dikepung Banjir, Ratusan Pengendara Motor Ribut Ingin Masuk Tol
Kota Makassar, Sulawesi Selatan dikepung banjir. Bahkan banjir membuat pengendara motor berdebat ke petugas tol untuk meringsek masuk.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kota Makassar, Sulawesi Selatan dikepung banjir. Bahkan banjir membuat pengendara motor berdebat ke petugas tol untuk meringsek masuk.
Video keributan antara petugas tol dan pengendara motor itu dibagikan akun instagram @makassar_iinfo pada Senin (13/2/2023).
Dalam video, puluhan pengendara motor meringsek masuk ke jalan tol yang tergenang banjir sekira 30 cm.
Namun, petugas melarang. Hal itu membuat pengendara motor berdebat lantaran jalan utama sudah tidak bisa dilalui pengendara motor lantaran kondisi banjir yang cukup tinggi.
Sejumlah pengendara motor pun nekat menerobos pintu tol yang tertutup.
“Keributan antar pengendara yang ingin menerobos masuk ke dalam tol dengan petugas tol. Infonya di samping tol sudah tidak bisa diakses akibat banjir semakin naik,” tulis unggahan tersebut.
Dikutip dari Kompas.com kemacetan terjadi di ruas jalan utama di Kota Makasar, yakni di Jl AP Pettarani Makassar akibat banyak motor yang mogok usai nekat terobos banjir.
Baca juga: Hujan Deras Hari Ini, Berikut Data Lokasi Banjir Empat RT di Jakarta Barat dari BPBD DKI Jakarta
Bahkan, banyak pula kendaraan roda dua yang terpaksa nekat menerobos masuk ke jalan tol agar bisa melintas.
Selain itu juga, beberapa kantor polisi yakni Polsekta Rappocini, Polsekta Ujungtanah, Polsekta Makassar, Polsekta Panakkukang juga terendam banjir.
Aktivitas di kantor polisi ini terhenti dan sebagian tahanan terpaksa diungsikan ke tempat yang aman.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto yang terjun langsung memantau banjir menginstruksikan seluruh jajaran dari Lurah-Camat hingga OPD terkait agar siaga banjir.
"Para camat dan lurah segera turun lapangan bersama satgas untuk mengecek kondisi kinerja drainase pastikan tidak ada sumbatan dan segera bersama RT dan RW memantau semua masyarakat yang terkena dampak dan membutuhkan evakuasi," katanya.