Senin, 27 April 2026

Kesehatan

Udara Lembab Dukung Pertumbuhan Jamur yang Menyebabkan Reaksi Alergi

Kelembapan udara yang tinggi memberikan dampak negatif seperti masalah kesehatan pernapasan dan kulit.

|
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
Lifealth
Alergi pada orang dewasa. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Indonesia merupakan negara yang memiliki  iklim tropis. dimana udara akan terasa panas dan lembab sepanjang tahun.

Berada dalam iklim tropis, Indonesia hanya memiliki dua musim dalam setahun, yaitu musim kemarau dan musim hujan.

Saat musim hujan berlangsung, terkadang terjadi curah hujan yang relatif tinggi dalam waktu yang cukup lama sehingga membuat udara lembap.

Kelembapan udara yang tinggi memberikan dampak negatif seperti masalah kesehatan pernapasan dan kulit.

Selain itu, udara lembap dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur yang dapat merusak cat dinding, wallpaper, sepatu, tas, serta bisa membuat membuat sofa atau karpet mengeluarkan bau tidak sedap.

Dokter kecantikan dr Abelina Dini Fitria menjelaskan, kadar kelembapan udara yang tinggi dapat memicu reaksi alergi, peradangan kronik, dan mendukung pertumbuhan jamur.

“Selain itu, orang yang memiliki alergi rentan terinfeksi jamur karena imunitas rendah,” ungkap dr Abelina saat peluncuran Sharp dehumidifier di Jakarta, Rabu (8/2/2023).

Ia mengatakan, jenis alergi tidak hanya gatal-gatal namun juga bersin dan pilek setiap pagi dan yang paling berat adalah asma.

“Selain itu, tanda-tanda tingginya kelembaban udara dalam ruangan adalah tumbuhnya tungau yang bisa bertahan hidup dari air di udara yang lembab,” ujar dr Abelina

Maka dari itu, masalah kelembapan juga harus menjadi perhatian para ibu yang saat ini masih memiliki bayi. Kelembapan tinggi bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak. 

"Selain itu juga dalam jangka panjang buat yang sudah memiliki bayi, alergi membuat peradangan yang menghambat energi yang dipakai untuk perkembangan anak. High humidity juga tidak bagus untuk kaum rentan seperti lansia," sebut dr Abelina.

Dari segi kecantikan, udara panas dan kelembaban khususnya di Indonesia bisa menghambat keluarnya keringat sehingga timbul berbagai masalah kulit seperti eksim, jerawat dan ketombe.

"Kita kepanasan tapi keringat tidak keluar hasilnya pori-pori tersumbat, makanya berbagai masalah kulit muncul eksim, jerawat, ketombe," papar dr Abelina.

Sebagai solusi atasi kelembapan udara di dalam ruangan. penggunaan dehumidifier bisa digunakan sebagai penstabil kelembaban udara agar kulit lebih sehat dan menghambat pertumbuhan jamur atau spora yang bisa mengakibatkan sesak nafas dan alergi.

"Dengan dehumidifier kulit jadi lebih sehat dan kulit kenyal. Terlalu lembab udaranya kalo lama lama bisa berkembang biak jamur dan spora, bisa sesak nafas yang tidak punya riwayat saja bisa sakit," pungkas dr Abelina.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved