Pemilu 2024

Ketua Bawaslu DKI Waswas Angka Golput Tinggi, Berjibaku Ajak Generasi-Z Nyoblos di Pemilu 2024

Ketua Bawaslu DKI Jakarta Munandar Nugraha khawatir pada Generasi Z, tak mau ikut Pemilu 2024. Sebab angka golput bisa bengkak.

Wartakotalive/Yulianto
Ketua Bawaslu Provinsi DKI Jakarta Munandar Nugraha berjibaku mengajak Generasi Z berpatisipasi ikut Pemilu 2024, karena khawatir angka golput yang tinggi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta Munandar Nugraha menuturkan perlunya pendidikan politik dan kepemiluan bagi mahasiswa agar tumbuh kedewasaan politik.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Seminar Nasional bertajuk "Meningkatkan Kualitas Partisipasi Politik Generasi-Z Dalam Rangka Pemilu 2024".

"Provinsi DKI Jakarta masuk dalam indeks kerawanan Pemilu yang tinggi, untuk itu kolaborasi khususnya Bawaslu Provinsi DKI Jakarta dengan Universitas Nasional perlu dilaksanakan," ucap pria yang karib disapa Nandar, Rabu (25/1/2023).

Sementara itu, Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenti menyebut Pemilu 2024 merupakan momentum untuk pertama kalinya pemilu dilaksanakan serentak dalam tahun yang sama, sehingga tantangannya Pemilu Serentak 2024 menjadi pemilu yang kompleks.

"Pengawasan Partisipatif menjadi kolaborasi Bawaslu dengan stakeholder baik itu dengan mahasiswa menjadi hal penting dalam upaya pencegahan pelanggaran Pemilu" ujar Lolly.

Sedangkan, Analisis Komunikasi Politik dan Militer Universitas Nasional, Selamat Ginting menyampaikan pentingnya peran generasi-Z dalam Pemilu 2024.

Baca juga: Bawaslu RI Khawatir PMI Ilegal, tak Bisa Nyoblos Angka Golput Membengkak saat Pemilu 2024

Baca juga: Tekan Angka Golput, Partai Politik Peserta Pemilu 2024 Harus Mampu Yakinkan Para Pemilih

"Di mana generasi-Z mencapai 30 persen dari jumlah pemilih, sehingga penggunaan media sosial menjadi sarana informasi yang sangat familiar," ucap Ginting.

Dalam kegiatan Seminar Nasional ini, Dr. Sitti Rakhman mewakili Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta Sitti Rakhman dan Burhanuddin serta Dekan Fisip UNAS Erna Ermawati Chotim.

Kegiatan kolaborasi Bawaslu Provinsi DKI Jakarta dan Universitas Nasional turut dilaksanakan penandatanganan MoA dan IA Fisip Universitas Nasional dengan Bawaslu Provinsi DKI Jakarta.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved