Ibadah Haji

Biaya Haji 2023 Naik Jadi Rp69 Juta, Komisi VIII Masih Kaji Usulan Menteri Agama di Panja

Kemenag mengusulkan perubahan biaya haji 2023 menjadi Rp69,1 juta per jemaah. Jumlah ini lebih tinggi dibanding tahun 2022 yang rata-rata Rp39,8 juta.

Editor: Yaspen Martinus
Associated Press/Mosaab Elshamy
MF Nurhuda Y, anggota Komisi VIII DPR Fraksi PKB mengatakan, pihaknya masih mengkaji usulan Kementerian Agama (Kemenag) menaikkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - MF Nurhuda Y, anggota Komisi VIII DPR Fraksi PKB mengatakan, pihaknya masih mengkaji usulan Kementerian Agama (Kemenag) menaikkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).

Kemenag mengusulkan perubahan biaya haji 2023 menjadi Rp69,1 juta per jemaah. Jumlah ini lebih tinggi dibanding tahun 2022 yang rata-rata Rp39,8 juta.

“Kita harus kaji dulu secara mendalam di panja haji, karena itu terlalu tinggi bagi calon jemaah,” kata Nurhuda saat dihubungi, Jumat (20/1/2023).

Ia mengatakan, usulan tersebut akan diproses sesuai mekanisme yang ada, yakni melalui usulan yang disampaikan dalam rapat kerja bersama khususnya Komisi VIII DPR.

Pembahasan tersebut pun akan dibahas dalam Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1444H/2023M, yang dibentuk pada RDP kemarin.

“Mekanisme selanjutnya akan dibahas bersama di Panja Haji, antara pemerintah yang diwakili oleh Kemenag dengan DPR melalui Komisi VIII,” tuturnya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 19 Januari 2023: 8 Pasien Meninggal, 435 Sembuh, 310 Orang Positif

Ia pun meminta agar semua pihak bersabar menunggu hasil pembahasan tersebut.

Ia juga berharap pengkajian yang dilakukan dapat menemukan titik terang terkait usulan biaya haji tahun ini.

“Kita tunggu saja proses dan hasil pembahasannya. Semoga ada titik temu yang melegakan semua pihak,” tuturnya.

Baca juga: Bagikan Gerobak Perindo untuk UMKM di Jawa Barat, TGB: Politik Harus Ada Manfaat untuk Masyarakat

Sebelumnya, dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan BPIH naik menjadi Rp69 juta per calon jemaah.

"Tahun ini pemerintah mengusulkan rata-rata BPIH per jemaah sebesar Rp98.893.909, ini naik sekitar Rp514 ribu, dengan komposisi Bipih Rp69.193.733, dan nilai manfaat sebesar Rp29.700.175 atau 30 persen," ujar Yaqut, Kamis (19/1/2023).

Nilai tersebut mengalami peningkatan yang cukup besar dibandingkan pada 2022. Biaya haji pada tahun lalu hanya sebesar Rp39,89 juta.

Baca juga: Jampidum: Kalau Status JC Bharada Eliezer Tidak Dipertimbangkan,Tuntutannya Bisa Lebih Tinggi

Menurut Yaqut, beban BPIH yang diterima para jemaah bakal digunakan untuk sejumlah peruntukkan. Di antaranya, biaya penerbangan atau embarkasi sebesar Rp33,98 juta.

Selanjutnya, akomodasi Madinah Rp5,6 juta, akomodasi Mekkah Rp18,77 juta, living cost Rp4,08 juta, visa Rp1,22 juta, serta paket layanan Masyair Rp5,54 juta.

Yaqut menjelaskan, penentuan BPIH ini telah mempertimbangkan nilai kurs dolar terhadap rupiah maupun riyal.

Baca juga: Tahun Ini Ada 62.879 Calon Jemaah Haji Berusia di Atas 65 Tahun yang Bakal Diberangkatkan

Selain itu, peningkatan biaya haji 2023 ini demi menjaga keberlangsungan nilai manfaat dana haji di masa depan.

"Pemerintah telah menyusun formulasi pembebanan BPIH ini dengan kajian yang mendalam."

"Kebijakan ini diambil dalam rangka menyeimbangkan antara besaran beban jemaah dan keberlangsungan nilai manfaat di masa mendatang," bebernya. (Naufal Lanten)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved