Sejarah Jakarta

Sejarah Jakarta: Dibangun Sejak Era Belanda, Lapas Cipinang Tempat Tahanan Pahlawan Hingga Koruptor

Sebagai kota besar, Jakarta memiliki sebuah lembaga pemasyarakatan atau Lapas cukup ternama bernama Lapas Cipinang.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Warta Kota/Henry Lopulalan
Suasana Lapas Cipinang, Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (23/1/2019) terlihat sepi menjelang bebasnya Ahok. 

Organisasi hak asasi manusia seperti Amnesty International dan Human Rights Watch menduga bahwa pemerintahan Soeharto menggunakan Cipinang dan penjara lainnya untuk membungkam pembangkang dari masa pemerintahan Soekarno dan Irian Jaya.

Dalam laporan tahunan 2005, AI juga mengemukakan mengenai penyiksaan dan perlakuan buruk terhadap para tahanan di Cipinang dan penjara lainnya. Organisasi ini mengungkapkan:

Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh organisasi nonpemerintah, lebih dari 81 persen tahanan yang ditangkap antara bulan Januari 2003 dan April 2005 di rumah tahanan Salemba, Cipinang, dan Pondok Bambu, disiksa atau diperlakukan dengan buruk.

Sekitar 64 persen tahanan disiksa atau diperlakukan dengan buruk saat diinterogasi, 43 persen saat penangkapan, dan 25 persen saat penahanan.

Pada masa pendudukan Indonesia atas Timor Timur tepatnya saat Presiden Soeharto berkuasa para aktivis kemerdekaan Timor Timur seperti Xanana Gusmão (kelak Presiden Timor Leste) dijebloskan ke penjara ini.

Sedangkan yang lainnya ditahan di Cipinang karena kegiatan politiknya, termasuk para pembangkang politik seperti Asep Suryaman.

Sri Bintang Pamungkas, dan pemimpin buruh Muchtar Pakpahan juga pernah ditahan di Lapas Cipinang. Setelah lengsernya Soeharto pada tahun 1998, presiden baru B.J. Habibie membebaskan Pamungkas, Pakpahan, dan Gusmão.

Baca juga: Sejarah Jakarta: Sungai Ciliwung, Awal Peradaban, Bencana, Sekaligus Nafas Ibu Kota

Saat Orde Baru runtuh, Lapas Cipinang juga kerap dijadikan penjara untuk orang-orang penting dan berpengaruh di Indonesia.

Mulai dari teroris hingga koruptor juga dijebloskan ke Lapas Cipinang. Abu Bakar Ba'asyir, pemimpin spiritual kelompok teroris Jamaah Islamiyah misalnya juga pernah dijebloskan ke Cipinang.

Ia dibebaskan setelah ditahan selama 2 tahun 2 bulan atas dakwaan konspirasi dalam peristiwa Bom Bali 2002.

Beberapa koruptor ternama juga pernah ditahan di Lapas Cipinang seperti mantan Ketua Umum Golkar Setya Novanto. Pun mantan Bendahara Umum Parta Demokrat Muhammad Nazaruddin pernah ditahan di Rutan Cipinang.

Selain politisi, Lapas Cipinang juga tercatat pernah menahan beberapa bandar narkoba ternama seperti Freddy Budiman.

Kondisi Lapas Cipinang yang berada di tengah perkotaan membuat penjara tersebut sulit diperluas.

Sementara tahanan yang ditahan di Lapas Cipinang jumlahnya terus bertambah. Saat ini Lapas Cipinang menampung 4.000 tahanan di sel yang dirancang untuk menampung 1.500 tahanan.

Beberapa kali terbongkar jual beli fasilitas dan kamar di Lapas Cipinang. Bahkan, salah satu yang membongkar jual beli fasilitas di Lapas Cipinang ialah jurnalis senior Najwa Shihab.

Tahanan yang memiliki koneksi bagus sering kali memperoleh fasilitas dan akomodasi yang superior.

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved