Sejarah Jakarta

Sejarah Jakarta: Sungai Ciliwung, Awal Peradaban, Bencana, Sekaligus Nafas Ibu Kota

Sungai Ciliwung yang mengelilingi hampir seluruh wilayah Jakarat dari timur ke utara itu erat kaitannya dengan sejarah Jakarta.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Kompas.com/Garry Andrew Lotulung
Seorang anak mencari sampah berupa besi di Kanal Banjir Barat (KBB) sungai Ciliwung di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Warga Jakarta mana yang tidak mengenal Sungai Ciliwung atau Kali Ciliwung. Sungai yang mengelilingi hampir seluruh wilayah Jakarat dari timur ke utara itu erat kaitannya dengan sejarah Jakarta.

Tahukah kamu, ternyata peradaban Jakarta sangat erat dengan sejarah Sungai Ciliwung. Saking eratnya, peradaban manusia di Jakarta dipercaya dimulai dari bantaran Sungai Ciliwung.

Dikutip dari situs Mongabay.co.id, sejarah Ciliwung dimulai dari Kerjaan Padjajaran.

Menurut sejarawan Bogor Saleh Danasasmita [1933-1986], Ciliwung merupakan satu dari empat benteng alam Kerajaan Pajajaran [1482-1567] saat masih berdiri.

Kesultanan Banten yang berseteru dengan Pajajaran memerlukan waktu 40 tahun lebih untuk bisa menaklukan ibukota Pakuan [sekarang Bogor].

Ini dikarenakan adanya bentang alam yang menjadi pertahanan ibukota, yaitu dua sungai besar Ciliwung dan Cisadane, ditambah Gunung Salak dan Pangrango.

Terkait pengelolaan Ciliwung, sejatinya sudah ada sejak Kolonial Belanda berkuasa di Jawa.

Bagi Belanda, merawat hulu Ciliwung sama halnya dengan menjaga wibawa ibukota, Batavia, yang sekarang bernama Jakarta.

Sebagai contoh, Bendung Katulampa merupakan upaya pembesar Hindia Belanda untuk melindungi Batavia dari serangan banjir besar Ciliwung.

Bendungan karya insinyur Van Breen sepanjang total 74 m, dengan 5 pintu pembagi aliran dan 3 pintu penahan arus itu diresmikan Gubernur Jenderal Alexander Willem Frederik Idenburg, pada 11 Oktober 1912.

Hingga kini, Bendungan Katulampa selalu menjadi perhatian, tiap kali hujan besar melanda kawasan Puncak dan Bogor. Terutama terkait status debit air Normal atau Siaga, sebagai antisipasi banjir di Jakarta.

Dikutip dari Kompas.com bahkan sejarawan sekaligus penulis buku sejarah Jakarta Jj Rizal mengatakan sejarah Sungai Ciliwung, sekitar 5.000 tahun yang lalu. Hal itu membuat Sungai Ciliwung dipercaya menjadi awal peradaban Jakarta.

Jakarta yang kini menuju kota megapolitan berawal dari sebuah bandar atau pelabuhan kecil di muara Sungai Ciliwung pada jaman kerajaan Hindu-Tarumanagara pada abad kelima Masehi.

"Ya, sepanjang daerah aliran Ciliwung itu tempat tertua, ditemukan banyak peninggalan pra sejarah," tuturnya saat dihubungi KompasTravel, Kamis (21/6/2018).

Halaman
12
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved