Berita Video

Catatan Panjang Perjalanan Covid-19 RSDC Kemayoran, Kolonel Sumego: Perang Melawan Semesta

Koordinator Humas Wisma Atlet Kemayoran, Kolonel Mintoro Sumego, mengatasi Covid-19 adalah catatan yang panjang dan perang melawan semesta.

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 di seluruh dunia membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut terguncang, terutama dari sisi kesehatan.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah bersama seluruh lapisan masyarakat, guna menekan angka kematian akibat paparan virus tersebut.

Salah satu langkah yang diambil pemerintah adalah menyulap sebuah rusun megah, menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Indonesia, sejak 2020 lalu.

Menurut Koordinator Humas Wisma Atlet Kemayoran, Kolonel Mintoro Sumego, mengatasi Covid-19 adalah catatan yang panjang dan perang melawan semesta.

Demikian yang disampaikan Mintoro saat ditemui Wartakotalive.com secara ekslusif di Tower 6 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (31/12/2022).

Lebih lanjut, berikut hasil wawancara Wartakotalive.com dengan Kolonel Mintoro Sumego yang dibagi menjadi enam seri:

Menyambung kabar Wisma Atlet segera ditutup sepenuhnya, 31 Maret 2023 mendatang, bagaimana operasional Wisma Atlet sejak pertama kali Covid-19 mencuat?

Jadi memang kami diperintahkan oleh bapak Presiden Joko Widodo untuk memberikan tempat isolasi terpadu kepada masyarakat, dan Wisma Atlet inilah yang menjadi pilihan, karena memang Rumah Sakit Wisma Atlet ini terdiri dari tujuh tower.

Akhirnya kami buka, waktu itu di Tower 3 untuk perawatan pertama dan sampai perkembangannya akhirnya berubah. Tower 1 untuk pengamanan, Tower 2 dan 3 untuk tempat tinggal relawan, Tower 4, 5, 6, 7 untuk tempat perawatan pasien.

Dalam perjalanannya, kami cukup banyak mengalami naik turun. Pertama, pada bulan Maret dan April 2020, pasien kami ada 5.000, waktu itu memang kami siapkan sekitar 6.000 tempat tidur, jadi 90 persen.

Lalu Natal dan Tahun Baru (Nataru) bulan Februari 2021, kami naik lagi (kasusnya) dan yang paling tinggi, pasien kami pasa bulan Juni 2021, yaitu ketika negara dilanda oleh varian Delta.

Pasien kami saat itu mencapai 7.167 dari 8.000 tempat tidur yang kami siapkan.Ketika itu kami sangat kekurangan oksigen, dan kami banyak dapat bantuan dari mana-mana, dari kementerian, lembaga, atau perorangan. Relawan pun banyak saat itu, ada 3.000 relawan yang distandby kan.

Baca juga: Tim Ahli Wantimpres Henry Indraguna Sebut Putusan MK soal Sistem Pemilu, Mengikat dan Sudah Final 

Ada lagi kenaikan pada 2022, bulan Februari varian Omicron, setelah itu bulan April maupun Mei mulai melandai lagi. Sampai hari ini, tidak ada pasien lagi yang dirawat di Wisma Atlet Kemayoran.

Dari situ pemerintah, memerintahkan kami untuk mengoptimalisasi Wisma Atlet ini, yaitu kami siapkan di Tower 6 saja. Dimana di Tower 6 itu terdiri dari 1.651 tempat tidur, di Tower 6 ini ada IGD, ada ICU, ada INCU, ada HCU, yang jumlah tempat tidurnya ada 97.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved