Jumat, 10 April 2026

berita video

VIDEO Ahli Psikologi Forensik Akui Ferdy Sambo Cerdas, Tapi Masih Pegang Budaya Bugis'Siri Na Pacce'

Ahli Psikologi Forensik, Reni Kusumowardhani mengungkap kepribadian Ferdy Sambo di persidangan, Rabu (21/12/2022).

Penulis: Nurmahadi | Editor: Miftahul Munir

WARTAKOTALIVE.COM, PASAR MINGGU - Ahli Psikologi Forensik, Reni Kusumowardhani mengungkap kepribadian Ferdy Sambo di persidangan, Rabu (21/12/2022).

Pengadikan Negeri Jakarta Selatan melanjutkan sidang pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat pada Rabu (21/12/2022).

Sidang hari ini mendengar keterangan saksi ahli psikologi forensik, Reni Kusumowardhani untuk membeberkan sosok Ferdy Sambo.

Menurut Reni, Ferdy Sambo memiliki kecerdasan di atas rata-rata tapi ada sisi tidak percaya diri.

"Pak Ferdy Sambo memiliki kecerdasan diatas rata rata. Kemampuan abstraksi imajinasi dan kreativitasnya sangat baik," kata Reni saat hadir di sidang PN Jakarta Selatan.

Rasa percaya diri Ferdy Sambo yang kurang karena memiliki pengalaman masa kecil dan membuat mantan jenderal bintang dua itu tak berani ambil keputusan tanpa ada yang melindunginya.

Selain itu, Ferdy Sambo juga memiliki pola pikir cenderung lebih ke arah praktis daripada teoritis dalam menyelesaikan baik tugas maupun pekerjaan.

"Secara umum cara berpikirnya lebih ke arah praktis dibanding teoritis, pola kerja tekun motivasi berprestasinya tinggi untuk mencapai target yang melebihi dari target yang diberikan kepadanya," jelasnya.

"Dalam situasi kondisi norma bapak Ferdy Sambo akan terlihat sebagai figur yang baik dalam kehidupan sosialnya dan patuh terhadap aturan norma dapat menutupi kekurangan kekurangannya dan masalah masalahnya," Sambungnya.

Ferdy Sambo juga masih memegang erat budaya Bugis Sulawesi Selatan yaitu Siri Na Pacce. Artinya, hal itu memiliki nilai-nilai dalam falsafah untuk mempertahankan nilai solidaritas kemanusiaan termasuk harga dirinya.

"Jadi ada mudah self esteemnya harga dirinya terganggu apabila kehormatannya terganggu. Kemudian dapat menjadi orang yang dikuasai emosi tidak terkontrol, tidak dapat berpikir panjang terhadap tindakan yang dilakukan," katanya. (41)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved