Berita Nasional

Di Depan Ratusan Penyuluh Antikorupsi, Firli: Mustahil Cita-cita Bangsa Terwujud bila Masih Korupsi

Firli Bahuri menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada seluruh anggota PAKSI dan API (Ahli Pembangun Integritas) yang telah bekerja keras

Editor: Feryanto Hadi
ist
Apel Besar Temu Aksi Penyuluh Antikorupsi dan Ahli Pembangun Integritas (TAPAKSIAPI) 2022 di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Minggu (11/12/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Apel Besar Temu Aksi Penyuluh Antikorupsi dan Ahli Pembangun Integritas (TAPAKSIAPI) 2022 di Gedung Merah Putih, Jakarta, Minggu (11/12/2022).

Acara ini dihadiri ratusan penyuluh anti-korupsi dari berbagai daerah di Indonesia

Ketua KPK Firli Bahuri bertindak sebagai pembina apel.

Sementara bertugas sebagai pemimpin apel, Pegawai KPK sekaligus anggota PAKSI (Penyuluh Antikorupsi) Suci Raharjo.

Dalam amanatnya, Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada seluruh anggota PAKSI dan API (Ahli Pembangun Integritas) yang telah bekerja keras memberikan penyuluhan antikorupsi kepada masyarakat Indonesia.

Baca juga: Lulus Seleksi tapi Belum Diangkat ASN PPPK, Guru Honorer Minta Firli Bahuri Turun Tangan

Pertemuan ini merupakan aksi positif yang dikemas di dalam tema ‘Bhinneka Tunggal Aksi’.

“Tema ini karena kita menyadari, kita tersebar dari Sabang sampai Merauke, mendiami lebih dari 17.504 pulau, terdiri dari pelbagai suku anak bangsa yang menyatukan kita di dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” kata Firli.

Di hadapan 507 orang anggota PAKSI dan API yang hadir, Firli berpesan, pertemuan ini harus diniatkan sebagai upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

KPK berharap PAKSI dan API bisa memberikan sumbangsih dan andil untuk mengajak semua anak bangsa, penyelenggara negara, pelaku usaha, pelaku ekonomi, tenaga pendidik, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun budaya antikorupsi.

Baca juga: Firli Bahuri Sebut RKUHP Pasal 306 Pengurangan Masa Tahanan Koruptor Tak Berpengaruh Bagi KPK

Pertemuan ini juga menjadi penting karena sejatinya terdapat kepentingan bersama yang harus segera dikonsolidasikan.

Yakni segera mewujudkan cita-cita negara sebagaimana diamanatkan di dalam Alinea Keempat UUD 194 yaitu melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Jikalau korupsi itu masih ada, kita tidak akan pernah mampu memajukan kesejahteraan umum. Jikalau korupsi itu ada, kita tidak akan pernah mencapai Indonesia cerdas, sejahtera, dan maju. Mari kita merapatkan barisan, menyatukan komitmen gerakan bersama Indonesia Pulih, Bersatu Berantas Korupsi,” ujarnya.

Sebagai perpanjangan mata dan tangan, hingga saat ini KPK telah mencetak 2.665 orang PAKSI dan 330 orang API.

Mereka semua akan menjalankan kegiatan penyuluhan dan pembangunan sistem integritas dan siap untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK dan seluruh pemangku kepentingan.

Baca juga: Tersangka Korupsi Ikuti Peringatan Harkodia bersama Firli, Masriadi: Bukti KPK Tidak Diskriminatif

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved