Berita Daerah

Pesan Berantai Pedagang Pasar Rengasdengklok Mau di Sweeping, Tanggapan: Kami Tidak Menolak Relokasi

Pedagang Pasar Rengasdengklok Kabupaten Karawang minta pemerintah tidak menggunakan cara kekerasan untuk merelokasi pasar baru Proklamasi

Wartakotalive/Muhammad Azzam
Suasana Pasar Lama Rengasdengklok, Kabupaten Karawang usai beredar pesan berantai sweeping pedagang yang sempat viral, Sabtu (10/12/2022) 

WARTAKOTAIVE.COM, KARAWANG - Pedagang Pasar Rengasdengklok Kabupaten Karawang minta pemerintah tidak menggunakan cara kekerasan dalam upaya relokasi ke pasar baru Proklamasi.

Hal itu menyusul beredar pesan berantai melalui grup WhatsApp dan media sosial bahwa pedagang Pasar Rengasdengklok akan di-sweeping aparat gabungan pada Kamis (8/12/2022).

Meski hal itu langsung dibantah Sekretaris Daerah Karawang, Acep Jamhuri.

Dia memastikan pesan itu merupakan hoaks.

"Kita juga tidak setuju sampai terjadi ricuh begitu, kita juga bukan menolak untuk pindah. Tapi kita hanya minta harga kios yang murah tidak sampai belasan juta, serta kompensasi dan kemudahan lainnya," kata Siti pedagang Pasar Rengasdengklok pada Sabtu (10/12/2022).

Baca juga: Beredar Pesan Berantai Pedagang Pasar Rengasdengklok Bakal Dibabat Habis Petugas, Begini Kata Sekda 

Dia meminta agar Pemkab Karawang mendukung permintaan para pedagang. Apalagi memulai usaha di lokasi baru tidaklah mudah.

“Kami juga ingin pemerintah bisa mewujudkan permintaan kami seperti kompensasi dan harga yang murah,” ucapnya.

Etin (45) pedagang lainnya, mengaku sepi pembeli karena adanya upaya relokasi ini. Banyak pembeli yang khawatir ketika datang ke pasar.

"Ini kan jadinya dampak ke kita, pembeli pada takut sama dikira kita sudah pindah," beber dia.

Dia juga mengaku heran mengapa pemkab bersikukuh merelokasi tanpa meghiraukan perasaan para pedagang.

Tanpa memikirkan perasaan para pedagang yang tengah berjuang pasca pandemi Covid-19.

"Rasanya bagaimana pak, kami sekarang ini saja jadi terdampak sepi pembeli karena dampak rencana relokasi ini," beber dia.

Baca juga: Bupati Karawang Dilempari Batu dan Petasan saat Pantau Relokasi Pedagang Pasar Rengasdengklok

Dia mempertanyakan, apakah sistem Build Operate Transfer atau BOT bisa diganti dengan pengelolaan oleh pemerintah daerah.

Sebab, jika menggunakan sistem BOT tentunya ini dikelola swasta yang membuat harga sewa ataupun lapak mahal dan memberatkan bagi pedagang.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved