Jelang Natal

Jelang Natal, Pedagang Kerek Harga Telur Ayam Negeri, Kesempatan Mendulang Untung

Pedagang telur ayam mengambil kesempatan, perayaan Natal dijadikan momentum menaikan harga, untuk mendulang untung.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Valentino Verry
warta kota/gilbert sem sandro
Casie Rahayu, pedagang telur ayam di Pasar Anyar Tangerang, mengatakan harga komoditas itu merangkak naik jelang natal, padahal stok banyak. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Harga telur ayam ras di Pasar Anyar Tangerang, melonjak menjelang musim libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2023.

Salah seorang pedagang telur di Pasar Anyar Tangerang, Casie Rahayu (23) mengatakan, harga telur ayam negeri telah mencapai Rp 31.000 per kilogram (kg).

"Harga satu kilogram telur ayam negeri saat ini sudah Rp 31.000, naik Rp 3.000, dari sebelumnya Rp 28.000," ujar Casie Rahayu saat diwawancarai Wartakotalive.com, Jumat (9/12/2022).

Kenaikan harga telur ayam menjelang nataru memang kerap kali terjadi setiap tahunnya, terlebih menjelang perayaan besar.

Seperti pada kali ini, lonjakan harga telur ayam tersebut telah terjadi di wilayah Kota Tangerang sejak dua pekan terakhir atau pada akhir bulan November 2022 lalu.

Ia menilai, naiknya harga telur ayam tersebut telah terjadi dari harga sebelumnya, yakni pihak supplier.

Oleh karena itu, para pedagang pun turut menyesuaikan harga penjualan dari telur ayam negeri tersebut.

Baca juga: Aneh, di Kota Bekasi Pasokan Telur Ayam Melimpah, Harga Malah Naik

"Kalau sudah naik seperti ini, biasanya harga telur ayam susah untuk turun, mungkin justru bisa naik lagi nanti menjelang akhir tahun," kata dia.

"Padahal stoknya ada, di suplayer juga masih banyak, jadi enggak bikin kelangkaan," terangnya.

Dengan kenaikan harga telur ayam tersebut, Casie mengaku, banyak pembeli atau pelanggan yang mengeluh.

Pasalnya, kenaikan harga telur ayam ini bisa berdampak pada ongkos produksi ketika mereka membuat hidangan makanan untuk produk jualan.

Baca juga: TIGA Penyebab Harga Telur Ayam Naik Menurut Zulhas, Salah Satunya karena Bansos

Dengan kenaikan harga ini, pelanggan yang biasanya membeli 10 kilogram telur ayam, hanya membeli sekitar 8 kilogram telur ayam pada Hesi.

"Yang belanja banyak biasanya untuk disini warung mie (warmindo) dan lainnya. Ya mereka pada mengeluh dengan harga segitu," ucapnya.

"Bingung juga mereka kan buat diolah makanan bingung kalau naikin harganya. Tapi karena kebutuhan ya dibeli," jelas Casie Rahayu.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved