Berita Nasional

Tak Hadiri Undangan Nikah Kaesang-Erina, Surya Paloh Disebut Pasang Kode Balas Dendam ke Jokowi

Menurut Charles, Surya Paloh tak menghadiri pernikahan putra Jokowi itu dikarenakan sedang berobat ke luar negeri.

Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Momen Presiden Joko Widodo nampak enggan membalas pelukan dari Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh. Momen ini terjadi dalam acara hari ulang tahun Partai Golkar pada Jumat (21/10/2022). Kali ini, Surya Paloh tak hadiri pernikahan Kaesang-Erina 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tidak memenuhi undangan  pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Sofia Gudono pada Sabtu (10/12/2022)

Surya Paloh disebut akan menjalani pengobatan ke luar negeri.

Namun, ada asumsi lain terkait ketidakhadiran Surya Paloh itu

Ketidakhadiran Surya Paloh saat pesta penikahan Kaesang putra Presiden Jokowi, disebut sebagai aksi balas dendam.

Hal tersebut dikatakan Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis (TPS), Agung Baskoro.

Agung menilai  tampaknya Surya Paloh ingin membalas dendam terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya,  ketidakhadiran Surya Paloh merupakan sinyal bahwa ia juga bisa memberikan kode-kode politik kepada Jokowi.

Baca juga: Presiden Tak Ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada NasDem, Bambang Pacul: Tanya Jokowi dan Surya Paloh

"Pertama, ini sinyal balasan (dendam) dari Surya Paloh bahwa ia bisa pula memberikan kode-kode politik kepada Presiden Jokowi karena saat ini ia adalah Ketum partai sekaligus salah satu King Maker di Koalisi Perubahan Indonesia (KPI)," kata Agung kepada Tribunnews.com, Jumat (9/12/2022).

Selain itu, Agung juga menilai ketidakhadiran Surya Paloh juga bisa menjadi pertanda bahwa KPI semakin mengkristal sebagai Koalisi yang serius digalang oleh NasDem, Demokrat, dan PKS.

"Sehingga, setiap tindak-tanduk Presiden Jokowi harus pula memberi ruang/dukungan yang sama kepada jagoannya poros ini, yakni Anies Baswedan. Ini penting agar kebijakan/program mercusuar Presiden Jokowi tetap bisa dilanjutkan," ujarnya.

Namun, ia menegaskan menteri NasDem di Kabinet Indonesia Maju berpotensi direshuffle apabila aksi saling balas kode tersebut terus dilakukan.

"Ketiga, aksi saling balas kode semacam ini, bisa berdampak langsung bagi masing-masing. Bagi NasDem berisiko direshuffle dan sebaliknya bagi Jokowi ini membuat barisan oposisi menguat," ucap Agung.

Baca juga: Anies Baswedan Dilaporkan karena Dituding Berkampanye, Bawaslu: Dokumen Laporannya Tidak Lengkap

Capres Sembrono hingga Tak Ucap HUT NasDem

Sebelumnya, Jokowi mewanti-wanti Partai Golkar agar tak mendeklarasikan capres sembrono.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved