Gaya Hidup

Sofie dan Vie Silvi Kolaborasi Rancang Koleksi Busana Angkat Etnik Dayak Bertemakan Isen Mulang

Dua desainer ternama Indonesia, Hadriani Ahmad Sofiyulloh dan Vie Silvi berkolaborasi melahirkan koleksi busana terbaru mengangkat etnik Kalimantan.

Dokumentasi Pribadi
Koleksi Sofie X Rose.Ma.Lina ditampilkan dalam agenda Fashion Show Spotlight Celebrating Diversity garapan Indonesian Fashion Chamber (IFC) pada 4 Desember 2022 di Great Hall Pos Bloc Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dua desainer ternama Indonesia, Hadriani Ahmad Sofiyulloh dan Vie Silvi berkolaborasi melahirkan koleksi busana terbaru.

Hadriani Ahmad Sofiyulloh adalah pemilik brand Sofie dan Vie Silvi adalah pemilik Rose.Ma.Lina.

Sofie X Rose.Ma.Lina merilis koleksi busana yang mengangkat etnik Dayak dari Kalimantan bertemakan Isen Mulang yang diambil dari bahasa Dayak bermakna pantang menyerah.

Koleksi Sofie X Rose.Ma.Lina ditampilkan dalam agenda Fashion Show Spotlight Celebrating Diversity garapan Indonesian Fashion Chamber (IFC) pada 4 Desember 2022 di Great Hall Pos Bloc Jakarta.
Koleksi Sofie X Rose.Ma.Lina ditampilkan dalam agenda Fashion Show Spotlight Celebrating Diversity garapan Indonesian Fashion Chamber (IFC) pada 4 Desember 2022 di Great Hall Pos Bloc Jakarta. (Dokumentasi Pribadi)

Hadriani Ahmad Sofiyulloh yang akrab disapa Sofie dan Vie Silvi terpesona dengan keindahan etnik Dayak.

"Kami menerjermahkan Isen Mulang dalam karya bahwa anak muda daerah mampu menerima budaya manapun dalam arti yang positif," kata Sofie, Jumat (9/12/2022).

Tema tersebut, lanjutnya, tidak bertentangan dengan adat istiadat, serta tidak lupa unsur dan karakter budayanya.

Baca juga: Hans Virgoro Kenalkan Koleksi Busana HV Fashion, Dirancang dari Bahan Premium untuk Perempuan Aktif

Baca juga: Salterz, Penggabungan Busana Bertema Urban dengan Rokok Elektrik Jadi Tren Fesyen Terbaru Generasi Z

Koleksi Sofie X Rose.Ma.Lina ditampilkan dalam agenda Fashion Show Spotlight Celebrating Diversity garapan Indonesian Fashion Chamber (IFC) pada 4 Desember 2022 di Great Hall Pos Bloc Jakarta.

Karena terinspirasi budaya Dayak, Sofie dan Vie Silvi menggunakan bahan material koleksinya langsung dari Kalimantan, khususnya kain baik yang berbahan tenun, katun, satin, hingga sutra tafetta. 

Dalam desainnya, Sofie merombak kain tenun menjadi koleksi yang kekinian dengan potongan garis tegas dikombinasikan kain print dayak.

Koleksi Sofie X Rose.Ma.Lina ditampilkan dalam agenda Fashion Show Spotlight Celebrating Diversity garapan Indonesian Fashion Chamber (IFC) pada 4 Desember 2022 di Great Hall Pos Bloc Jakarta.
Koleksi Sofie X Rose.Ma.Lina ditampilkan dalam agenda Fashion Show Spotlight Celebrating Diversity garapan Indonesian Fashion Chamber (IFC) pada 4 Desember 2022 di Great Hall Pos Bloc Jakarta. (Dokumentasi Pribadi)

Untuk warnanya Sofie menggunakan yang natural dan alami seperti hitam, cokelat, dan keemasan.

Sofie membuat desain bergaya urban dan modern meski memberikan konsep etnik Dayak yang dikeluarkan dalam jenis ready to wear yang mudah dipadupadankan. 

"Kami hanya memproduksi sekitar satu lusin setiap motif dengan harga Rp 1 juta hingga Rp 3 juta per produk," kata Sofie.

Baca juga: Flash Coffee X AGLXY, Kolaborasi Kedai Kopi dan Brand Fesyen Luncurkan Koleksi Street Wear

Baca juga: Chaera Lee Kenalkan Wastra Nusantara ke Generasi Z Saat Tampil Memukau di Malang Fashion Week 2022

"Indonesia dengan kekayaan budayanya, memiliki wastra kain dari Sabang sampai Merauke," lanjutnya.

"Ketika unsur daerah diangkat, maka ekonomi lokal juga pasti akan hidup," ujar Sofie.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved