Berita Nasional

Penyebab Wanita Perwira Kostrad Ngaku Diperkosa Mayor Paspampres, Padahal Suka Sama Suka

Kasus Mayor Paspampres dengan wanita perwira Kostrad ternyata suka sama suka dan bukan perkosaan. Kenapa sang wanita sempat mengaku diperkosa?

SMH
Ilustrasi perselingkuhan. Kasus Mayor Paspampres dengan wanita perwira Kostrad ternyata suka sama suka dan bukan perkosaan. Kenapa sang wanita sempat mengaku diperkosa? 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Fakta baru terungkap dalam kasus dugaan pemerkosaan Mayor Paspampres terhadap perwira pertama Komando Wanita AD (Kowad) Kostrad.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan terbaru tidak ditemukan adanya unsur pemaksaan atau pemerkosaan yang dilakukan Mayor BF terhadap Letda Caj (K) GER.

Indikasi yang terjadi pada keduanya adalah suka sama suka atau berbau perselingkuhan. Sebab Mayor BF diketahui sudah beristri dan memiliki anak.

Lalu pertanyaannya mengapa Letda Caj (K) GER membuat laporan dengan mengaku diperkosa, padahal hubungannya dengan Mayor BF adalah suka sama suka?

Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel mengatakan bila betul-betul perkosaan, jelas bahwa pelaku harus dihukum berat.

"Apalagi karena dia anggota militer, maka hukumannya bisa lebih berat lagi. Pidana dan pemecatan, seperti yang sebelumnya dikatakan Panglima TNI," katanya kepada Wartakotalive.com, Jumat (9/12/2022).

Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel bicara soal eksibisionisme
Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel bicara soal eksibisionisme (warta kota)

Baca juga: Terungkap, Kasus Mayor Paspampres dan Perwira Wanita Kostrad Bukan Pemerkosaan, Tapi Suka Sama Suka

Tapi kalau bukan kejahatan seksual, lalu apa penjelasannya?

"Sebagaimana pandangan saya pada kasus PC dan kasus Jombang, ini sepertinya merupakan false accusation (tuduhan palsu-Red). Jenisnya adalah relabelling (pelabelan ulang-Red). Yakni, relasi seks yang sesungguhnya konsensual diubah narasinya menjadi kejahatan seksual," jelas Reza.

Konsensual adalah sifat aktivitas seksual yang disetujui kedua belah pihak.

Baca juga: Prajurit Wanita Kostrad Diperkosa Perwira Paspampres, Panglima TNI: Pelaku Harus Dipecat

"Mengapa ada orang (dalam hal ini perempuan) yang melakukan relabelling? Jawabannya adalah, misalnya, sebagai ekspresi dendam, menutupi aib, menyelubungi perasaan bersalah, dan menghindari amarah pasangan," ujar Reza.

Relabelling sebagai bentuk false accusation, kata Reza memunculkan keinsafan. "Khususnya pada diri saya, bahwa keberpihakan pada korban tetap tidak seharusnya memunculkan sikap apriori," katanya.

"Bahwa kejadian diyakini adalah sama persis seperti yang disampaikan oleh orang yang mengaku sebagai korban, bahwa orang mengaku sebagai korban sama sekali tidak mungkin berbohong," katanya.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memimpin rapat pendistribusian migor
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan kasus Mayor Paspampres dengan wanita perwira Kostrad bukan perkosaan tetapi suka sama suka.

"Demikian pula implicit bias yang menganggap bahwa jenis kelamin tertentu pasti pelaku dan jenis kelamin lainnya pasti korban. Cara pandang sexist sedemikian rupa juga harus dihindari," kata dia.

Diberitakan sebelumnya kasus dugaan pemerkosaan Mayor Paspampres terhadap perwira pertama Komando Wanita AD (Kowad) Kostrad mengungkap fakta baru.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved