Bantuan Rumah Tak Layak Huni, Permodalan, dan Pelatihan jadi Program Turunkan Angka Kemiskianan

bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), permodalan, dan pelatihan yang dijalankan Pemprov Jateng juga menjadi proyek untuk menurunkan angka kemiskinan.

Editor: Ahmad Sabran
HO
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo di program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), di Desa Sukomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Jateng. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), permodalan, dan pelatihan yang dijalankan Pemprov Jateng juga menjadi proyek untuk menurunkan angka kemiskinan.

Hal tersebut disampaikan Ganjar setelah menyerahkan ketiga bantuan tersebut kepada warga yang membutuhkan di Desa Sukomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Jateng.

"Kita juga memberikan permodalan pada warga, ada pelatihan juga kita berikan kepada mereka. Mudah-mudahan ini bagian dari cara proyekan kita untuk menurunkan angka kemiskinan," kata Ganjar.

Dalam kesempatan itu, Ganjar bersama Baznas Jateng memberikan bantuan RTLH senilai Rp 15 juta kepada Suroto dan bantuan modal usaha kepada Muslih serta Tahrir. Muslih dan Tahrir yang mendapatkan bantuan permodalan juga akan diberikan pelatihan.

Ketika menyerahkan bantuan tersebut, Ganjar juga menemukan persoalan lain masyarakat yang merupakan salah satu dampak dari permasalahan rumah dan perekonomian. Yakni terkait persoalan sosial.

Baca juga: Sinarmas MSIG Life dan Bank BTN Hadirkan Asuransi Jiwa Smart Life Guard, Ini Manfaatnya

"Ternyata keluarganya (Suroto) juga punya problem karena istrinya merantau dan 20 tahun belum pulang, tidak ada kabar sama sekali tadi sekaligus diceritakan, bisa konsultasi nanti ke KUA agar nasibnya juga pasti," katanya.

"Ini problem sosial yang muncul dari kita memberikan bantuan RTLH, tapi dari sisi yang lain ada problem yang mesti kita bantu," sambung Ganjar.

Sebab itu, Ganjar menekankan pentingnya menjalan berbagai program yang dapat meningkatkan kondisi kesejahteraan masyarakat. Ganjar pun berkomitmen untuk terus menggencarkan program-program itu.

"Sekarang kita galakkan lagi, karena masih banyak Rumah Tidak Layah Huni yang mesti kita bantu," kata Ganjar.

Berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah ada 3,83 juta jiwa atau sebesar 10,93 persen dari total penduduk pada Maret 2022. Jumlah ini berkurang 102,57 ribu jiwa sejak September 2021. Penurunan jumlah penduduk miskin ini adalah yang terbanyak secara nasional.

Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul Gubernur Ganjar: Pembangunan RTLH Jadi Indikator Pengentasan Kemiskinan

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved