Berita Nasional

Terungkap, Kasus Mayor Paspampres dan Perwira Wanita Kostrad Bukan Pemerkosaan, Tapi Suka Sama Suka

Kasus dugaan pemerkosaan Mayor Paspampres terhadap perwira pertama Komando Wanita AD (Kowad) Kostrad mengungkap fakta baru

Youtube
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan terbaru tidak ditemukan adanya unsur pemaksaan atau pemerkosaan yang dilakukan Mayor BFH terhadap perwira Kowad Kostrad Letda Caj (K) GER. Yang ada katanya adalah suka sama suka 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kasus dugaan pemerkosaan Mayor Paspampres terhadap perwira pertama Komando Wanita AD (Kowad) Kostrad mengungkap fakta baru.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan terbaru tidak ditemukan adanya unsur pemaksaan atau pemerkosaan yang dilakukan Mayor BFH terhadap Letda Caj (K) GER.

"Memang dugaan awal sesuai laporan dari yang diduga korban adalah tindak pidana pemerkosaan. Karenanya sejak awal kita memeriksa Mayor BFH ini dengan dugaan pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan," kata Jenderal Andika Perkasa usai meninjau Loji Gandrung Solo, Kamis (8/12/2022).

Maka, katanya dapat disimpulkan bahwa keduanya melakukan hubungan suami-istri karena dasar suka sama suka. Pasalnya kejadian tersebut terjadi lebih dari sekali.

Andika menegaskan ada peluang bagi keduanya untuk menjadi tersangka kasus lain.

"Tetapi dalam pemeriksaan kami, kedua belah pihak yang tadinya dianggap sebagai korban yang melaporkan, perkembangannya berbeda. Karena sangat besar kemungkinan tidak ada korban. Jadi sangat besar kemungkinan dua-duanya adalah pelaku atau tersangka," paparnya.

Baca juga: Prajurit Wanita Kostrad Diperkosa Perwira Paspampres, Panglima TNI: Pelaku Harus Dipecat

“Jika itu bukan pemerkosaan berarti tersangkanya dua. Artinya mereka berdua adalah pelaku yang kita kenakan adalah pasal 281 KUHP asusila,” ujar Andika.

Menurut Andika, oknum Mayor Paspampres dan Perwira Kowad Kostrad tersebut sudah dilakukan penahanan, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dengan ditemukannya fakta baru ini, maka kata Andika pasal yang disangkakan juga berubah.

Baca juga: Paspampres Tercoreng, Jenderal Andika Perkasa Geram Ingin Sikat Oknum yang Rudapaksa Prajurit

"Sehingga pasal yang tadinya kita gunakan 285 tentang pemerkosaan, menjadi pasal 281 tentang asusila," ucapnya.

Perubahan pasal pemerkosaan menjadi asusila ini, karena tim menemukan motif lain. Yakni suka sama suka.

"Dari hasil pemeriksaan atau pengembangan baru yang menyatakan atau yang mengindikasikan, ini tidak dilakukan dengan paksaan. Artinya suka sama suka, dan beberapa kali dan itu bukan pemerkosaan sehingga arahnya keduanya menjadi tersangka," ucapnya.

Baca juga: Kronologis Pemerkosaan 4 Pegawai Kemenkop UKM atas Rekan Sesama Pegawai

Jika keduanya terbukti bersalah, tak hanya hukuman pidana yang akan menjerat keduanya. Namun juga sanksi dari internal TNI.

"Tapi untuk aturan internal, karena dilakukan sesama keluarga besar TNI, konsekuensinya adalah hukuman pemecatan dari dinas," jelas dia.

Sebelumnya diberitakan seorang perwira menengah yang menjabat wakil komandan di salah satu detasemen Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berinisial Mayor Infanteri BF diduga melakukan pemerkosaan terhadap prajurit wanita Divisi Infanteri 3/Kostrad, Letda Caj (K) GER.

Baca juga: Buntut Pemerkosaan Anak di Bawah Umur di Hutan Kota, Lokalisasi Rawa Malang Segera Ditutup

Berdasarkan informasi yang dihimpun dugaan peristiwa pemerkosaan tersebut terjadi di Bali pada pertengahan November 2022.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Kisdiyanto kala itu memastikan terduga pelaku dijerat dengan Pasal 285 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Perwira Paspampres itu juga akan diberi sanksi pemecatan.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved