Berita Jakarta

2 Kecamatan di Jakarta Timur Berpotensi Pergerakan Tanah, Terutama di Bantaran Sungai

10 Wilayah di Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim) berpotensi mengalami pergerakan tanah.

BPBD DKI Jakarta
10 daerah yang rawan pergerakan tanah terutama di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- 10 Wilayah di Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim) berpotensi mengalami pergerakan tanah.

Dari 10 titik yang disinyalir ada potensi gerakan tanah, dua kecamatan di antaranya berada di Jakarta Timur, yakni Kecamatan Kramat Jati dan Pasar Rebo.  

Informasi tersebut telah disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melalui akun Instagramnya @bpbddkijakarta.

Menanggapi hal tersebut, Camat Kramat Jati Rudy Syahrul menyebut pihaknya selalu melakukan imbauan ke masyarakat melalui kelurahan dan kecamatan serta perangkat lainnya setelah menerima informasi dari BPBD. 

Baca juga: Jagakarsa Jadi Salah Satu Wilayah Rawan Longsor dan Pergerakan Tanah, Ini Tanggapan Camat

"Saya sudah imbau ke setiap kelurahan khususnya di wilayah yang dilalui Sungai Ciliwung. Kami sudah menyampaikan ke RT,RW, LMK, FKDM, Babinsa, Binmas Pol untuk menyampaikan kepada warganya," ucapn Rudy di Jakarta Timur, Kamis (8/12/2022).

Dirinya menjelaskan memang beberapa lokasi di wilayahnya yang terdampak gerakan tanah atau tanah longsor. 

"Memang ada beberapa titik - titik yang (terdampak tanah longsor), tapi khususnya kebanyakan tanah kosong. Tanah longsor itu dampak daripada hujan deras," jelas dia.

Adapun imbauan potensi gerakan tanah itu disampaikan Camat Kramat Jati kepada warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung melalui kegiatan di kecamatan maupun kelurahan.

Khususnya di tiga kelurahan yang dilalui Sungai Ciliwung yakni Kelurahan Cililitan, Kelurahan Cawang dan Kelurahan Balekambang. 

Baca juga: Curah Hujan Tinggi, 10 Kecamatan Jakarta Selatan Ini Rawan Pergerakan Tanah Bulan November Mendatang

"Imbauan kami lakukan lewat berbagai macam kegiatan, warga sudah kami ingatkan khususnya yang tinggal di bantaran kali walaupun tidak ada peringatan dari BPBD. Karena ini daerah bantaran sungai memang rawan (longsor), antara kali dan bantaran tidak ada penahan seperti Dolken," ungkap dia.

Sementara itu, Kasatpel Pengolahan Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Michael Sitanggang 
menuturkan apabila potensi gerakan tanah disebabkan karena intensitas hujan dan akan terjadi di kawasan bantaran atau pinggir sungai. 

"Secara umum daerah-daerah yang rawan ada di sekitaran Sungai. Jadi wilayah yang di bantaran, yang ada di tebing-tebing sungai itu memang rawan pergerakan tanah atau tanah longsor," ucapnya kepada wartawan. 

Diberitakan sebelumnya, sepuluh wilayah di Jakarta berpotensi mengalami pergerakan tanah saat musim hujan Desember 2022 mendatang.

Potensi 10 wilayah di Jakarta yang akan mengalami pergerakan tanah itu diumumkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD DKI Jakarta pada Kamis (1/12/2022).

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved