Berita Video

VIDEO Polisi yang Tewas Dalam Insiden Bom Astana Anyar, Bandung, Sangat Suka Bermusyawarah

Teror bom di Polsek Astana Anyar menewaskan seorang Polisi bernama Aipda Sopyan seorang anggota kepolisian yang tengah melakukan apel pagi Rabu (7/12)

Penulis: Desy Selviany | Editor: Fredderix Luttex

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Teror bom di Polsek Astana Anyar menewaskan seorang Polisi bernama Aipda Sopyan. Keluarga pun menceritakan sosok Aipda Sopyan yang tewas karena teror bom tersebut.
Diketahui bom meledak saat sejumlah anggota Polsek Astana Anyar tengah melakukan apel pagi pada Rabu (7/12/2022).
Bom yang diledakan oleh seorang pria yang berlari ke Polsek itu menyebabkan satu korban tewas dan 9 orang lainnya luka-luka.
Seorang korban bom yang tewas ialah Aipda Sopyan. Saat gugur dalam tugas, pangkat Aipda Sopyan pun naik menjadi Aiptu (anumerta) Sopyan.


Usai dipulangkan dari rumah sakit, jenazah Aiptu Sopyan langsung dikuburkan hari itu juga. Dikutip dari TribunJabar sejumlah karangan bunga pun berjejer di rumah duka.
Karangan bunga itu datang dari Kapolres Bandung hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Keluarga tak mengira Aiptu Sopyan bakal menjadi satu-satunya korban meninggal, dalam insiden tersebut, selain pelaku.
Perwakilan keluarga, Mustofa, mengatakan, pertama kali mendapat kabar Aiptu Sopyan menjadi korban tak lama setelah berita ledakan bom bunuh di Polsek Astana Anyar, beredar.

Baca juga: VIDEO Sosok Peledak Bom Polsek Astana Anyar di Mata Tetangga


Menurutnya, semasa hidupnya, almarhum Aiptu Sopyan merupakan orang yang baik hati dan sering mengajak keluarga bermusyawarah.
Baca juga: Tetangga Ceritakan Sosok Peledak Bom Polsek Astana Anyar, Sudah Tertutup Sejak Kecil
"Ya, duka merasa kehilangan karena kebijakannya, selalu bermusyawarah dengan keluarga," ujar Mustofa saat ditemui di rumah duka Jalan Terusan Cibogo, Sukajadi, Kota Bandung, Rabu.
Kakak almarhum, Salman, mengatakan, sebelumnya dia sempat merasa tidak enak hati saat Sopyan akan berangkat kerja.

Baca juga: Di TKP Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Bandung Ditemukan Belasan Kertas Penolakan RKUHP


"Kalau saya enggak enak saja (firasatnya)," ujar Salman.
Almarhum, kata dia, meninggal karena mengalami luka di leher.
"Urat nadi kena di sini (sambil menunjuk leher)," katanya.
Almarhum meninggalkan istri dan tiga anak. Jenazah Aipda Sopyan sudah dimakamkan di makam keluarga di Sukahaji, Kota Bandung.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved