Berita DPRD Kota Bogor

Heri Cahyono: Pernikahan Dini di Bogor Selatan Tinggi karena Kurangnya SMA Negeri

Di Bogor Selatan masih banyak rekomendasi kawin muda. Kenapa? Karena mereka tidak punya kesempatan sekolah di SMA Negeri

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Umar Widodo
TribunnewsDepok/Hironimus Rama
Sekretaris Komisi 1 DPRD Kota Bogor Heri Cahyono (ketiga dari kiri) saat menjadi pembicara dalam Dialog Kebangsaan di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Tingkat pernikahan dibawah usia perkawinan di wilayah Bogor Selatan cukup tinggi.

Hal itu diungkapkan Wakil Walikota Bogor Dedi A. Rachim saat menjadi pembicara kunci dalam Dialog Kebangsaan di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022).

"Di Bogor Selatan masih banyak rekomendasi kawin muda. Kenapa? Karena mereka tidak punya kesempatan sekolah di SMA Negeri," bebernya.

Di Bogor Selatan, lanjut Dedi,  SMA Negeri hanya satu yaitu SMAN 4 Bogor di Bondongan.

Warga kurang mampu di wilayah ini tidak bisa sekolah di sekolah swasta karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan.

"Ini masalah yang harus dicari jalan keluarnya.Kami sedang merencanakan hibah lahan untuk dibangun sekolah SMA Negeri oleh pemerintah provinsi di Bogor Selatan," tandas Dedi.

Terkait hal ini, Sekretaris Komisi 1 DPRD Kota Bogor Heri Cahyono mengatakan pihaknya mendorong dibangun sekolah negeri di tempat-tempat yang jauh di Kota Bogor supaya ada pemerataan.

"Wilayah Bogor Selatan harus dibangun banyak sekolah negeri, termasuk SMA Negeri," kata Heri, Rabu (7/12/2022).

Karena kewenangan pengelolaan SMA ada di Provinsi, maka Heri meminta Pemkot Bogor melakukan komunikasi dengan Pemprov untuk mencari jalan keluarnya.

"Inilah tugas pemimpin mulai walikota, DPRD hingga gubernur. Kebijakan itu lahir dari kompromi dan komunikasi. Kalau tidak ada kompromi dan komunikasi maka tidak ada kebijakan," paparnya.

Menurut Heri, menyiapkan generasi  muda untuk bisa bersaing di kancah global harus dimulai dengan kebijakan.

"Kalau kebijakannya salah ya hancur. Nah, tugas kita adalah bagaimana menyiapkan anak-anak ini supaya tidak jadi beban tetapi jadi berkah bagi masa depan bangsa," bebernya.

Dalam kerangka itu, maka harus ada keterlibatan pemerintah dengan anggaran pendidikan yang terus ditingkatkan dan membangun sekolah dimana-mana.

"Jangan merasa rugi membangun sekolah. Kebijakan sekolah harus dekat rumah saat ini merugikan anak didik kita yang ingin sekolah gratis di sekolah negeri tetapi tempat tinggalnya jauh," tandas Heri.

Sumber: Tribun depok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved