Korban Penggusuran

Warga Tanah Tinggi Tangerang Tuntut Pekerjaan pada PT KAI, Duduki Stasiun Kereta Bandara Batu Ceper

Warga Tanah Tinggi Tangerang kesal pada manajemen PT KAI yang kerap umbar janji. Mereka menagih pekerjaan.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Valentino Verry
warta kota/gilbert sem sandro
Warga Tanah Tinggi Tangerang menggelar demo di Stasiun Kereta Api Bandara Batu Ceper, Senin (5/12/2022), menuntut pekerjaan. Mereka hanya mendapat janji palsu dari PT KAI. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Warga Tanah Tinggi Tangerang, kembali menggelar aksi demonstrasi di Stasiun Kereta Bandara Batu Ceper, Kota Tangerang.

Mereka menuntut janji terhadap PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang ingin merekrut warga yang terdampak dan tergusur akibat proyek pembangunan rel kereta menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Menurut warga, janji tersebut dilontarkan manajemen PT KAI sejak 2018.

Hal tersebut disampaikan Sukatno, salah seorang warga yang juga turut dalam aksi unjuk rasa.

"Kami warga Tanah Tinggi, Tangerang, meminta hak kami supaya dipekerjakan oleh PT KAI, yang telah dijanjikan sejak tiga tahun lalu, namun hingga saat ini belum ada kepastian sampai sekarang ini," ujar Sukatno, Senin (5/12/2022).

Jumlah warga yang tergusur akibat proyek pembangunan Stasiun Kereta Bandara Soetta di kawasan Tanah Tinggi dan dijanjikan pekerjaan oleh PT KAI sebanyak 800 Kepala Keluarga (KK).

Namun, hingga saat ini warga yang telah dipekerjakan baru berjumlah 500 KK, dan masih tersisa sekitar 300 KK yang belum diterima bekerja oleh PT KAI.

Baca juga: Lowongan Kerja dari PT KAI untuk Lulusan SMA hingga D3 Ditunggu Sampai 24 Oktober 2022

"Jadi dulu waktu proyek pembangunan Kereta Bandara dilakukan, kami warga Tanah Tinggi, Tangerang, ini dijanjikan akan direkrut PT KAI, satu orang per-Kepala Keluarga, untuk dipekerjakan di wilayah manapun di Indonesia," katanya.

"Jumlah kami warga yang tergusur dan dijanjikan bekerja itu ada 800 KK, tapi baru 500 orang doang yang diterima bekerja di PT KAI, tapi 300 orang lainnya sampai sekarang belum ada kepastian," imbuhnya.

Sukatno menerangkan, aksi unjukrasa warga Tanah Tinggi tersebut dilakukan, lantaran upayanya mengadu ke PT KAI hingga kini, belum mendapatkan kejelasan.

Baca juga: Lowongan Kerja PT KAI Dibuka hingga 20 September untuk Lulusan D3 dan S1

Menurutnya, PT KAI telah membuat keputusan menutup penerimaan pekerja dari para warga yang telah tergusur, tanpa membuat kesepakatan dengan masyarakat.

"Kami sudah berulang kali mendatangi dua lokasi PT KAI di Cikini dan kantor pusat di Bandung, Jawa Barat, untuk mengadu, namun kata mereka penerimaan kerja itu sudah dilakukan, sedangkan SK dan semua surat-surat pernyataan itu belum diterima oleh warga sama sekali," ungkapnya.

Ia pun mengharapkan, PT KAI dapat segera menepati janji kepada warga yang tersisa tersebut.

Baca juga: Penghuni Bangli Gunung Antang Gertak PT KAI dan Pemprov DKI, Duduki Wilayah Jika tak Ada RTH

Pasalnya, waktu tiga tahun dinilai para warga terlalu lama untuk menantikan sebuah pekerjaan yang dijanjikan PT KAI.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved