Polisi Tembak Polisi

Kesal Didemosi 3 Tahun karena Kasus Brigadir J, Irfan Widyanto: Jenderal Kok Bohong

Irfan Widyanto mengungkapkan kekesalannya terhadap Ferdy Sambo yang telah berbohong dalam kasus Brigadir J hingga membuatnya didemosi tiga tahun.

Penulis: Nurmahadi | Editor: Junianto Hamonangan
Istimewa
Irfan Widyanto mengungkapkan kekesalannya terhadap Ferdy Sambo yang telah berbohong dalam kasus Brigadir J hingga membuatnya didemosi tiga tahun. 

WARTAKOTALIVE.COM, PASAR MINGGU - Terdakwa obstruction of justice, Irfan Widyanto dihadirkan JPU sebagai saksi atas persidangan terdakwa Ferdy Sambo, Selasa (6/12/2022).

Dalam persidangan tersebut Irfan Widyanto menumpahkan kekesalannya karena harus terimbas kasus pembunuhan Brigadir J.

Bahkan, Irfan sampai mencibir Ferdy Sambo dengan kata "Jenderal kok bohong" di hadapan mantan Kadiv Propam tersebut.

Kekesalan itu tak terbendung, lantaran ia harus di pansus selama 29 hari dan didemosi selama tiga tahun karena pelanggaran kode etik.

Baca juga: Antusiasnya Nenek Berusia 81 Tahun Ikuti Vaksinasi Covid-19 Booster Kedua di Puskesmas

"Apa hukuman saudara?," tanya Majelis Hakim. 

"Saya pansus 29 hari dan demosi tiga tahun Yang Mulia," jawab Irfan. 

"Bagaimana perasaan saudara?," lanjut Hakim bertanya.

"Kecewa, kesal, marah. Jenderal kok bohong, susah jadi jenderal. Keluarga kami, kami paranoid nonton tv, media sosial," ucap Irfan sambil memperlihatkan wajah kesal.

Baca juga: Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Transjakarta di Koja, Pengendara Motor Ikut Terluka

Tak hanya berhenti di sana, Irfan juga mengatakan Ferdy Sambo tega menghancurkan karirnya. 

"Jenderal kok tega menghancurkan kami, 3 tahun saya mengabdi hancur di titik nadi terendah pengabdian saya," ujar Irfan

"Belum yang lain-lain Yang Mulia, anggota-anggota hebat Polda Metro Jakarta Selatan. Bayangkan, kami Kabag Gakkum yang biasa memeriksa polisi yang nakal, kami diperiksa. Bayangkan bagaimana keluarga kami," lanjut Irfan gemetar. (m41)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved