Polisi Tembak Polisi

Agus Nurpatria Bantah Hendra Kurniawan Halangi Keluarga Melihat Jenazah Brigadir J

Agus Nurpatria membela Hendra Kurniawan saat menjalani persidangan dimana atasannya itu tidak pernah menghalangi keluarga melihat jenazah Brigadir J.

Penulis: Nurmahadi | Editor: Junianto Hamonangan
Kompas TV
Agus Nurpatria membela Hendra Kurniawan saat menjalani persidangan dimana atasannya itu tidak pernah menghalangi keluarga melihat jenazah Brigadir J. 

WARTAKOTALIVE.COM, PASAR MINGGU - Mantan Kaden A Biro Propam Polri, Agus Nurpatria bela Hendra Kurniawan soal halangi keluarga melihat jenazah Brigadir J di Jambi

Saat ditanya Majelis Hakim siapa yang memberi ide untuk berangkat ke Jambi, Agus mengaku hanya diperintah Hendra Kurniawan.

"Kurang tahu (ide siapa)," kata Agus di dalam persidangan pada Selasa (6/12/2022).

"Hanya dapat perintah dari saudara Hendra Kurniawan?" tanya Hakim Ketua, Wahyu Iman Santoso.

"Siap," jawab Agus.

Baca juga: Parkir Liar jadi Masalah Klasik di Jakarta, Heru Budi Hartono Diminta Bertindak Tegas

Agus kemudian memberikan klarifikasi terkait perbuatan Hendra yang dikabarkan menghalangi keluarga untuk melihat jenazah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

"Saya juga menyampaikan di sini kalau ada berita viral negatif tentang Pak Hendra saya tidak setuju. Saya sudah 16 tahun bareng Pak Hendra," katanya.

Agus pun menjelaskan bahwa Hendra tidak menghalang-halangi pihak keluarga melihat jenazah Brigadir J. Hendra justru menjelaskan secara baik-baik kepada pihak keluarga Brigadir J.

"Di Jambi itu baru saya melihat Pak Hendra secara sopan menjelaskan ke pihak keluarga," ujarnya.

Kemudian, Majelis Hakim pun menanyakan alasan Hendra sampai membawa banyak pasukan, menutup, dan tidak memperbolehkan keluarga memfoto jenazah Brigadir J.

Baca juga: Banyak Pekerjaan Butuhkan Kekuatan Fisik, Usia PJLP Minta Dibatasi Maksimal 50 Tahun

Agus berdalih hanya keluarga intilah yang diperbolehkan melihat jenazah Brigadir J pada saat itu.

"Pada saat itu Pak Hendra hanya akan menjelaskan ke keluarga inti," ucapnya.

Diketahui, tudingan soal Hendra melarang keluarga membuka peti jenazah, diungkap pertama kali oleh pengacara Brigadir J, Johnson Panjaitan.

Oleh karena itu, di awal terungkapnya kasus ini, keluarga mendesak Polri menonaktifkan Hendra.

“Karena dia yang melakukan pengiriman mayat dan melakukan tekanan kepada keluarga untuk pelarangan membuka peti mayat,” ucap Johnson pada Selasa (19/7/2022).

Terpisah, kuasa hukum keluarga lainnya, Kamaruddin Simanjuntak juga mengatakan hal serupa. Dia menyebut Karo Paminal yang saat itu dijabat Hendra, sempat memberikan perintah yang terkesan mengintimidasi keluarga Brigadir J.

“Datang ke kami sebagai Karo Paminal di Jambi dan terkesan intimidasi keluarga almarhum dan memojokkan keluarga sampai memerintah untuk tidak boleh memfoto, tidak boleh merekam, tidak boleh pegang HP, masuk ke rumah tanpa izin langsung menutup pintu,” ujarnya. (m41)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved