Berita Video

VIDEO Pemprov DKI Jakarta Bakal Gelar Pasar Murah Jelang Natal dan Tahun Baru 2023

Deputi Gubernur Bidang Kebudayaan dan Pariwisata, Marullah Matali mengaku, kegiatan yang bakal digelar oleh Pemprov DKI salah satunya pasar murah.

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tinggal beberapa Minggu lagi.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta gelar Rapat Pimpinan (Rapim) untuk persiapan berbagai macam kegiatan saat Nataru.

Deputi Gubernur Bidang Kebudayaan dan Pariwisata, Marullah Matali mengaku, kegiatan yang bakal digelar oleh Pemprov DKI salah satunya pasar murah.

"Bukan hanya pasar murah, sekarang pemerintah pusat juga meminta kepada setiap provinsi terkait dengan inflasi," ujar Marullah Senin (5/11/2022).

Meurutnya, Pemprov DKI selalu memantau inflansi demi memebrikan harga bahan pokok murah kepada masyarakat.

Dengan begitu, masyarakat merasakan kehadiran Pemprov DKI dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok.

"Jadi memang kami masih menjaga harga bahan pangan di pasar, atau dalam istilah makronya adalah menjaga inflasi," ucap Marullah.

Kegiatan pasar murah ini juga untuk menepis isu bakal ada kenaikan harga bahan pokok jelang perayaan natal dan tahun baru.

Sebelumnya, Marullah menyampaikan beberapa agenda jelang Nataru, khususnya untuk perayaan tahun baru.

"Saya ingin sampaikan bahwa kami sedang mempersiapkan yang terkait dengan tahun baru," ujar Marullah usai Rapim di Balai Kota DKI Jakarta, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (5/12/2022).

Marullah menjelaskan di antaranya adalah lokasi yang akan dijadikan tempat untuk tahun baru akan berada di beberapa titik.

Ia mengatakan bahwa di tingkat provinsi bakal ada lokasi tersendiri untuk gelaran tahun baru.

"Nanti juga akan disiapkan acara untuk tingkat kota dan kabupaten yang ada di DKI Jakarta. Agar konsentrasi massa sedikit terpecah," ucap Marullah.

Marullah menginformasikan bahwa diskusi tersebut lebih kepada hal-hal teknis untuk perayaan tahun baru.

Ia pun menjelaskan alasan perayaan tahun baru berlangsung di beberapa titik karena hingga saat ini DKI Jakarta masih memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kemudian, Marullah menyadari bahwa konsentrasi massa terkadang ada yang imbasnya positif. Namun pihaknya tetap antisipasi apabila terdapat hal-hal yang tidak diinginkan.

"Maka dari itu, kami mempersiapkan semuanya supaya antisipasi hal-hal seperti itu," jelas Marullah.(m36)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved