Kecelakaan

Sopir Teriak Rem Blong Sesaat Sebelum Bus Terjun ke Jurang Setinggi 30 Meter di Magetan

Korban selamat kecelakaan Bus Pariwisata maut di Lawu Grand Forest, Magetan, Jawa Timur menceritakan detik-detik saat bus terjun bebas ke jurang.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Korban selamat kecelakaan Bus Pariwisata maut di Lawu Grand Forest, Magetan, Jawa Timur menceritakan detik-detik saat bus terjun bebas ke jurang setinggi 30 meter.

Seorang korban yang selamat tersebut merupakan kondektur bus bernama Khoirul. Khoirul persis di dekat sopir saat bus pariwisata itu terjun bebas ke jurang setinggi 30 meter.

Dikutip dari TribunJatim sang sopir sempat berteriak rem blong sebelum akhirnya bus masuk jurang pada Minggu (4/12/2022).

"Sopir teriaknya 'rem blong, rem blong'. Saya lari ke bagian belakang bus," kata Khoirul di Puskesmas Plaosan.

Khoirul yang mengaku badannya terbanting saat bus terperosok ke jurang sedalam 30 meter, tidak mengalami luka. Ia hanya sempat alami sakit di dada saat bus terjatuh ke jurang.

Sementara itu Sunardi, warga yang tinggal dekat lokasi kejadian mengatakan, sopir bus menjadi korban tewas terakhir yang dievakuasi.

Tubuh sopir terjepit badan bus sehingga butuh waktu untuk dikeluarkan.

"Ada dua jam kita melakukan evakuasi karena terjepit kursi dan body mobil. Kita pakai linggis untuk evakuasi," ujar Sunardi di lokasi kejadian.

Proses evakuasi korban terus dilakukan petugas dan Public Safety Center Magetan.

Baca juga: Viral! Dipaksa Turun Saat Bus Masih Jalan, Penumpang Hamil Diludahi Kernet Bus Murni

Petugas Polres Magetan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Jalan Raya Tawangmangu Sarangan, tepatnya di Dusun Mojosemi, Sarangan, Plaosan, Magetan.

Sejumlah barang bawaan hingga kursi sopir dan penumpang terlihat berhamburan. Kondisi bodi kendaraan bus yang terperosok ke dalam jurang menimbulkan kerusakan parah.

Satu persatu korban dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Dr Sayidiman, dan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat guna mendapat penanganan lebih lanjut.

Polisi masih melakukan pendataan dan meminta keterangan dari para saksi.

Sementara itu, polisi menduga bus tersebut alami kecelakaan naas lantaran mengalami masalah pada bagian rem. Polisi menemukan bagian rem bus patah usai kecelakaan.

Kasat Lantas Polres Magetan AKP Trifona Situmorang mengatakan, bus Semeru Putra Transindo itu diduga mengalami kerusakan rem.

Akibatnya, sopir hilang kendali saat bus melalui jalur turunan curam.

"Diduga masalah rem karena sempat kita periksa ada bagian rem yang patah," kata Trifona di lokasi kejadian.

Akibat peristiwa naas tersebut, 7 penumpang termasuk sopir bus meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved